Selama berada di London, Inggris, Anna Chintia, 28 tahun, memiliki kebiasaan baru. Untuk menyiasati cuaca dingin, ia jadi kerap meminum alkohol, khususnya anggur (Wine). "Membuat tubuh kita lebih hangat," ujar lajang yang baru kembali ke Tanah Air setelah mengikuti kursus selama tiga bulan di London itu.
Namun kebiasaan ini tidak membuat Anna menjadi alkoholik. Ia pun sadar untuk tidak meminumnya sampai membuat pening kepala atau mabuk. "Cuma satu gelas kecil kok, yang penting bisa menghangatkan badan," ujarnya.
Selain membikin badan hangat, ia melanjutkan, dari beberapa artikel yang ditemukannya di dunia maya, meminum Wine dalam takaran tertentu berkhasiat bagi kesehatan, antara lain bisa menurunkan risiko penyakit jantung.
Tentang hal ini, dia antara lain merujuk pada hasil penelitian University of Rochester Medical Center (URMC) di New York. Peneliti dari UMRC, Eileen Redmond, menjelaskan, alkohol dalam jumlah sedikit dapat menahan molekul yang dapat membuat plak di dinding arteri sehingga bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler.
Molekul yang disebut protein Notch ini membantu mengontrol otot yang mengatur aliran darah di arteri. Ketika molekul Notch distimulasi, misalnya dengan kadar kolesterol yang tinggi dan kebiasaan merokok, plak akan tumbuh dan berkembang di arteri.
Namun ketika otot yang dapat membuat plak di arteri ini terkena alkohol, menurut Redmond, molekul Notch akan terhalang dan sel di dinding arteri tidak akan tumbuh dan menebal. "Meminum (Wine) dalam jumlah sedikit secara reguler memiliki efek terbaik dalam pencegahan penyakit jantung," kata Redmond kepada MyHealthNewsDaily.
Ahli gizi Ratna Djuwita Hatma membenarkan kesimpulan penelitian itu. Di antara beberapa jenis minuman yang mengandung alkohol, menurut dia, anggur merah (red Wine)-lah yang terbaik dapat mencegah penyakit jantung. "Ada kandungan plafonoid yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung," kata dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini saat dimintai konfirmasi Tempo kemarin.
Namun Ratna mewanti-wanti, dosis alkohol yang baik untuk menurunkan risiko penyakit jantung adalah dalam jumlah sedikit. "A sip (satu isapan) of alcohol saja," kata wanita berkacamata ini.
Selain itu, karena iklim di Indonesia secara umum sangat berbeda dengan Eropa atau negara-negara lain yang mengenal musim dingin, Ratna menilai konsumsi alkohol untuk kesehatan belum dapat dilakukan di Indonesia. Apalagi mengkonsumsi alkohol di Indonesia dilarang oleh ajaran agama (Islam).
Ahli naturopati Riani Susanto mengakui anggur yang difermentasi memang memiliki antioksidan yang baik. Antioksidan yang terkandung dalam Wine diperoleh dari proses fermentasi anggur yang mempunyai hal unik. "Ini yang membuat konsumsi Wine dapat menurunkan risiko penyakit jantung," ujar pendiri gerai Healthy Choice ini.
Meski demikian, dia sependapat dengan Ratna untuk tidak merekomendasikan meminum anggur sebagai upaya mencegah penyakit jantung. "Wine itu bukan obat," ujar Riani. Karena itu, Wine tidak dapat begitu saja dikonsumsi.
Selama ini penduduk Prancis dan Italia memang dikenal jarang terkena penyakit jantung. Namun, kata Riani, hal ini bukan hanya disebabkan semata oleh kebiasaan meminum Wine. "Harus diingat, orang Italia dan Prancis banyak memakan makanan yang direbus dan tidak makan gorengan seperti kita," kata lulusan Southern College of Arkansas, Amerika Serikat, ini.
Di Prancis dan Italia pun, kata Riani, orang gemar berjalan untuk pergi dari satu tempat ke tempat yang lain. Selain itu, polusi udara di sana belum separah seperti di Indonesia. Sebaliknya, kecenderungan masyarakat perkotaan di Indonesia justru lebih suka bergaya ke mana-mana duduk di dalam mobil. FANNY FEBIANA | LIVE SCIENCE
Sumber : tempointeraktif.com
Lihat juga:
Hanamasa
Burger King
Tampilkan postingan dengan label wine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wine. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
Wine Halal
AMSTERDAM (Berita SuaraMedia) – Taner Tabak (35) telah berusaha memperoleh sertifikat Wine putih halal selama dua tahun, dan kini ia telah berhasil. "Kevserhelalwine" miliknya lolos tes dan mendapat sertifikat halal dari Kontrol Kualitas Halal (Halal Quality Control – HQC).
Pencarian Tabak akan anggur dengan kadar alkohol 0% dilakukan atas permintaan kaum Muslim. Pada pertemuan setiap hari Jumat, mereka tidak dapat minum bersama kolega dan teman-teman dan sebuah "Wine halal" dapat menjadi solusi bagi persoalan itu.
Tabak mempelajari proses pembuatan Wine bebas alkohol. Melalui sebuah proses teknis baru, yang membuatnya mendapatkan hak paten, Tabak, bekerjasama dengan sebuah perusahaan Jerman, berhasil membuat Wine bebas alkohol. Tabak mengatakan memang telah ada minuman Wine yang dikatakan bebas alkohol, namun mereka tidak lolos tes halal HQC karena masih mengandung sedikit alkohol.
HQC memiliki banyak syarat sebelum mereka memberikan sebuah sertifikat pada suatu produk. Sebuah permintaan tambahan untuk memperoleh sertifikat contohnya adalah peraturan higienis. Mereka mengerjakannya di bawah konsultasi dengan HQC. Tabak mengatakan, "Wine halal tidak dibuat begitu saja!"
Kelompok sasaran Tabak bukan hanya kaum Muslim, melainkan lebih luas lagi. "Yang juga menjadi sasaran saya adalah para wanita hamil, mereka yang terkena diabetes, mereka yang harus menyetir setelah menghadiri sebuah pesta dan karena itu tidak bisa minum alkohol dan sebagainya."
Di antara koleksi Tabak adalah Wine merah, putih, dan mawar, juga Wine yang berat. Ia yakin akan kelezatan rasa Wine nya dan baru-baru ini menantang seorang ahli Wine Nicolaas Klei untuk datang dan mencicipi anggurnya.
Nama kevser merujuk pada sebuah surat di Al Quran, jelas Tabak. Surat itu berbicara tentang Wine halal.
Tabak tidak khawatir akan penjualan Wine - nya. Negara-negara seperti Malaysia, Azerbaijan, Dubai, dan bahkan Arab Saudi telah menunjukkan ketertarikannya, ujar Tabak dengan antusias.
Tabak menjual Kevserhelalwine melalui perusahaan miliknya, Talay Wine Company, dengan harga rata-rata 6-7 euro (Rp. 90.000 – 100.000).
"Kami telah mengubah yang haram menjadi halal. Wine yang berasa seperti Wine tapi benar-benar bebas alkohol, dan kami memproduksinya," ujar Tabak.
Wine halal buatan Tabak bukan satu-satunya minuman beralkohol yang tidak mengandung alkohol. Tahun lalu, di Perancis diproduksi Chamalal, sampanye halal. Seperti sampanye pada umumnya, minuman ini juga terbuat dari Wine dan bergelembung, namun bebas alkohol.
Diluncurkan pada bulan September, tepat menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2008, Chamala terbukti berhasil diterima di negara asal sampanye itu. Tidak ada satu acara pun yang akan lengkap tanpa kehadirannya.
Versi halal gelembung sampanye ini dijual dengan harga sekitar 60 euro (Rp. 900.000) per botol di beberapa restoran, namun jauh lebih murah jika membelinya di supermarket.
Penemu Chamalal, Rachid Gacem, mengatakan bahwa ia melihat adanya celah dalam pasar minuman beralkohol.
"Ketika saya datang ke pesta dan semua orang meminum alkohol, seperti sampanye, mereka seringkali menanyakan apakah saya mau minum satu gelas. Tapi kami (Muslim) tidak minum alkohol. Karena saya ingin menjadi bagian dari pesta, saya ingin meminum sesuatu yang seperti sampanye, tapi bukan sampanye."
Menanggapi minuman tersebut, tak semua Muslim lantas setuju. Beberapa di antara pemeluk Islam mempertanyakan bahkan meragukan kandungan isi Cham'alal. Seperti komentar-komentar di situs berita online yang menulis tentang peluncuran Cham'alal, yang salah satunya berbunyi, "Apakah itu benar-benar minuman Wine berkarbonasi?". (rin/iie/itn/fw/rpk/at) Dikutip oleh www.suaramedia.com
Sumber : suaramedia.com
Lihat juga:
Sate
Soto
Pencarian Tabak akan anggur dengan kadar alkohol 0% dilakukan atas permintaan kaum Muslim. Pada pertemuan setiap hari Jumat, mereka tidak dapat minum bersama kolega dan teman-teman dan sebuah "Wine halal" dapat menjadi solusi bagi persoalan itu.
Tabak mempelajari proses pembuatan Wine bebas alkohol. Melalui sebuah proses teknis baru, yang membuatnya mendapatkan hak paten, Tabak, bekerjasama dengan sebuah perusahaan Jerman, berhasil membuat Wine bebas alkohol. Tabak mengatakan memang telah ada minuman Wine yang dikatakan bebas alkohol, namun mereka tidak lolos tes halal HQC karena masih mengandung sedikit alkohol.
HQC memiliki banyak syarat sebelum mereka memberikan sebuah sertifikat pada suatu produk. Sebuah permintaan tambahan untuk memperoleh sertifikat contohnya adalah peraturan higienis. Mereka mengerjakannya di bawah konsultasi dengan HQC. Tabak mengatakan, "Wine halal tidak dibuat begitu saja!"
Kelompok sasaran Tabak bukan hanya kaum Muslim, melainkan lebih luas lagi. "Yang juga menjadi sasaran saya adalah para wanita hamil, mereka yang terkena diabetes, mereka yang harus menyetir setelah menghadiri sebuah pesta dan karena itu tidak bisa minum alkohol dan sebagainya."
Di antara koleksi Tabak adalah Wine merah, putih, dan mawar, juga Wine yang berat. Ia yakin akan kelezatan rasa Wine nya dan baru-baru ini menantang seorang ahli Wine Nicolaas Klei untuk datang dan mencicipi anggurnya.
Nama kevser merujuk pada sebuah surat di Al Quran, jelas Tabak. Surat itu berbicara tentang Wine halal.
Tabak tidak khawatir akan penjualan Wine - nya. Negara-negara seperti Malaysia, Azerbaijan, Dubai, dan bahkan Arab Saudi telah menunjukkan ketertarikannya, ujar Tabak dengan antusias.
Tabak menjual Kevserhelalwine melalui perusahaan miliknya, Talay Wine Company, dengan harga rata-rata 6-7 euro (Rp. 90.000 – 100.000).
"Kami telah mengubah yang haram menjadi halal. Wine yang berasa seperti Wine tapi benar-benar bebas alkohol, dan kami memproduksinya," ujar Tabak.
Wine halal buatan Tabak bukan satu-satunya minuman beralkohol yang tidak mengandung alkohol. Tahun lalu, di Perancis diproduksi Chamalal, sampanye halal. Seperti sampanye pada umumnya, minuman ini juga terbuat dari Wine dan bergelembung, namun bebas alkohol.
Diluncurkan pada bulan September, tepat menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2008, Chamala terbukti berhasil diterima di negara asal sampanye itu. Tidak ada satu acara pun yang akan lengkap tanpa kehadirannya.
Versi halal gelembung sampanye ini dijual dengan harga sekitar 60 euro (Rp. 900.000) per botol di beberapa restoran, namun jauh lebih murah jika membelinya di supermarket.
Penemu Chamalal, Rachid Gacem, mengatakan bahwa ia melihat adanya celah dalam pasar minuman beralkohol.
"Ketika saya datang ke pesta dan semua orang meminum alkohol, seperti sampanye, mereka seringkali menanyakan apakah saya mau minum satu gelas. Tapi kami (Muslim) tidak minum alkohol. Karena saya ingin menjadi bagian dari pesta, saya ingin meminum sesuatu yang seperti sampanye, tapi bukan sampanye."
Menanggapi minuman tersebut, tak semua Muslim lantas setuju. Beberapa di antara pemeluk Islam mempertanyakan bahkan meragukan kandungan isi Cham'alal. Seperti komentar-komentar di situs berita online yang menulis tentang peluncuran Cham'alal, yang salah satunya berbunyi, "Apakah itu benar-benar minuman Wine berkarbonasi?". (rin/iie/itn/fw/rpk/at) Dikutip oleh www.suaramedia.com
Sumber : suaramedia.com
Lihat juga:
Sate
Soto
Senin, 29 November 2010
Yakitori
Sate termasuk salah satu makanan paling populer di Indonesia. Banyak daerah di Nusantara ini memiliki menu sate. Oleh karena itu Anda mengenal sate padang, sate madura, sate banjar, sate betawi, sate maranggi, sate blora, sate ponorogo, dan lain sebagainya. Jenis dagingnya pun beragam, dari ayam hingga penyu, dari kerang hingga torpedo. Sajian tersebut dapat Anda peroleh dengan mudah, dari warung pinggir jalan hingga restoran mewah.
Namun pernahkah Anda mendengar tentang sate Jepang? Sate Jepang yang juga disebut yakitori, tidak jauh berbeda dengan sate yang ada di Indonesia. Cara memasaknya juga dengan cara dibakar, dengan beraneka macam daging, tak beda dengan sate khas Indonesia.
Meskipun banyak memiliki kesamaan, perbedaan antara sate khas Indonesia dan yakitori juga cukup mencolok. Makanan di Jepang umumnya diolah dengan cara dan bahan yang sehat. Hal ini juga diterapkan dalam pembuatan yakitori. Jika sate yang biasa kita kenal adalah sate yang banyak mengandung kecap dan minyak, yakitori tidak banyak mengandung minyak dan lebih mengutamakan penggunaan garam.
Bahan dasar yakitori sendiri adalah ayam, sesuai makna kata tori yang artinya ayam. Semua bagian dari ayam, seperti paha, kulit, hati, dan lain sebagainya, bisa digunakan untuk yakitori. Di Jepang, sate ayam ini lalu dibakar di atas arang kayu. Kualitas arang kayu ini menentukan cita rasa satenya. Arang kayu yang keras dan aromatik menghasilkan sate yang lebih lezat, daripada arang kayu yang lebih murah, atau yang dipanggang di atas kompor gas dan pemanggang elektrik. Sebagian penjual yakitori menggunakan ayam buras (jidori), yang lebih alot daripada ayam biasa, tetapi lebih punya cita rasa.
Di negara asalnya, yakitori populer di kalangan pekerja kantoran kelas menengah sebagai jajanan sepulang kantor dalam perjalanan ke stasiun kereta. Yakitori banyak dijual di yakitori-ya, (restoran atau stan-stan makanan di pinggir jalan). Kerap kali selain dicelup dengan saus barbeque (sebelum dipanggang), daging ayam tersebut juga disiram dengan bir dingin. Wow... seperti apa, ya rasanya? Mereka mengakhiri hidangan tersebut dengan menenggak sake.
Sumber : Eka.D kompas.com - banjarmasinpost.co.id
Lihat juga:
Burger King
Wine
Namun pernahkah Anda mendengar tentang sate Jepang? Sate Jepang yang juga disebut yakitori, tidak jauh berbeda dengan sate yang ada di Indonesia. Cara memasaknya juga dengan cara dibakar, dengan beraneka macam daging, tak beda dengan sate khas Indonesia.
Meskipun banyak memiliki kesamaan, perbedaan antara sate khas Indonesia dan yakitori juga cukup mencolok. Makanan di Jepang umumnya diolah dengan cara dan bahan yang sehat. Hal ini juga diterapkan dalam pembuatan yakitori. Jika sate yang biasa kita kenal adalah sate yang banyak mengandung kecap dan minyak, yakitori tidak banyak mengandung minyak dan lebih mengutamakan penggunaan garam.
Bahan dasar yakitori sendiri adalah ayam, sesuai makna kata tori yang artinya ayam. Semua bagian dari ayam, seperti paha, kulit, hati, dan lain sebagainya, bisa digunakan untuk yakitori. Di Jepang, sate ayam ini lalu dibakar di atas arang kayu. Kualitas arang kayu ini menentukan cita rasa satenya. Arang kayu yang keras dan aromatik menghasilkan sate yang lebih lezat, daripada arang kayu yang lebih murah, atau yang dipanggang di atas kompor gas dan pemanggang elektrik. Sebagian penjual yakitori menggunakan ayam buras (jidori), yang lebih alot daripada ayam biasa, tetapi lebih punya cita rasa.
Di negara asalnya, yakitori populer di kalangan pekerja kantoran kelas menengah sebagai jajanan sepulang kantor dalam perjalanan ke stasiun kereta. Yakitori banyak dijual di yakitori-ya, (restoran atau stan-stan makanan di pinggir jalan). Kerap kali selain dicelup dengan saus barbeque (sebelum dipanggang), daging ayam tersebut juga disiram dengan bir dingin. Wow... seperti apa, ya rasanya? Mereka mengakhiri hidangan tersebut dengan menenggak sake.
Sumber : Eka.D kompas.com - banjarmasinpost.co.id
Lihat juga:
Burger King
Wine
Minggu, 28 November 2010
Dua Jenis Minuman Wine
Wine memiliki dua jenis utama, yaitu anggur merah (red wine) dan anggur putih (white wine). Kedua jenis wine berasal dari jenis anggur yang digunakan. Warna wine tidak seperti warna jus anggur yang terlihat lebih bening. Kualitas warna minuman wine juga ditentukan beberapa hal lainnya.
Fermentasi menentukan warna wine. Walaupun red wine berasal dari anggur merah, warna merah wine diperoleh dari proses yang disebut perendaman (maceration). Red wine berasal dari anggur merah atau anggur hitam. Ratusan jenis buah anggur menghasilkan jenis minuman wine yang berbeda pula.
Jenis buah anggur sangat mempengaruhi rasa wine yang dihasilkan. White wine dapat difermentasi dari jenis anggur berwarna, dari anggur yang berwarna gelap hingga yang berwarna merah muda.
Salah satu jenis wine yang paling terkenal adalah cabaret sauvignon. Wine Cabaret sauvignon berasal dari wilayah Bordeaux, Prancis yang menghasilkan anggur merah. Red wine lain yang juga terkenal adalah Merlot wine.
Ada beberapa jenis wine dengan rasa cokelat dan cherry. Wine Grenache menjadi jenis anggur merah yang terkenal lainnya dari wilayah Burgundy Prancis. Grenache memiliki bahan dasar raspberries, mint dan cherry hitam. Jenis wine lain yang terkenal adalah Zinfandel yang dibuat di Eropa namun sebagian besar tanamannya tumbuh di wilayah California, Anerika Serikat.
Jenis white wine yang terkenal adalah Chardonnay. Wine ini mengandung vanila dan sedikit campuran buah. California menghasilkan jenis white wine Chenin Blancs. Chenin Blancs merupakan alternatif yang lebih murah dari Chardonnay. Chenin Blancs mengandung apel dan rempah-rempah lainnya. Jenis white wine lain adalah Pinot Gris. Pinot Gris berasal dari Oregon dan kaya aroma rempah-rempah. White wine Riesling berasal dari Jerman memiliki aroma buah.
White wine Zinfandel, merupakan jenis wine dengan rasa manis dari California. White Zinfandel diproses dari anggur merah Zinfandel yang dikupas kulitnya.
Sumber : Petti Lubis,Anda Nurlaila - vivanews.com
Lihat juga:
Sushi
Dim Sum
Fermentasi menentukan warna wine. Walaupun red wine berasal dari anggur merah, warna merah wine diperoleh dari proses yang disebut perendaman (maceration). Red wine berasal dari anggur merah atau anggur hitam. Ratusan jenis buah anggur menghasilkan jenis minuman wine yang berbeda pula.
Jenis buah anggur sangat mempengaruhi rasa wine yang dihasilkan. White wine dapat difermentasi dari jenis anggur berwarna, dari anggur yang berwarna gelap hingga yang berwarna merah muda.
Salah satu jenis wine yang paling terkenal adalah cabaret sauvignon. Wine Cabaret sauvignon berasal dari wilayah Bordeaux, Prancis yang menghasilkan anggur merah. Red wine lain yang juga terkenal adalah Merlot wine.
Ada beberapa jenis wine dengan rasa cokelat dan cherry. Wine Grenache menjadi jenis anggur merah yang terkenal lainnya dari wilayah Burgundy Prancis. Grenache memiliki bahan dasar raspberries, mint dan cherry hitam. Jenis wine lain yang terkenal adalah Zinfandel yang dibuat di Eropa namun sebagian besar tanamannya tumbuh di wilayah California, Anerika Serikat.
Jenis white wine yang terkenal adalah Chardonnay. Wine ini mengandung vanila dan sedikit campuran buah. California menghasilkan jenis white wine Chenin Blancs. Chenin Blancs merupakan alternatif yang lebih murah dari Chardonnay. Chenin Blancs mengandung apel dan rempah-rempah lainnya. Jenis white wine lain adalah Pinot Gris. Pinot Gris berasal dari Oregon dan kaya aroma rempah-rempah. White wine Riesling berasal dari Jerman memiliki aroma buah.
White wine Zinfandel, merupakan jenis wine dengan rasa manis dari California. White Zinfandel diproses dari anggur merah Zinfandel yang dikupas kulitnya.
Sumber : Petti Lubis,Anda Nurlaila - vivanews.com
Lihat juga:
Sushi
Dim Sum
Jumat, 26 November 2010
Wine dan Racun
Wine - Pasien kanker yang akan menjalani terapi radiasi mungkin perlu menyesap minuman anggur (Wine) sebelum melakukan pengobatan tersebut. Sebab, berdasarkan penelitian pada wanita pengidap kanker payudara ditemukan bahwa meminum wine dapat membantu membatasi efek racun akibat radiasi pada kulit.
Diketahui, beberapa komponen wine dapat melindungi dari efek berbahaya radiasi. Komponen-komponen ini mencakup polifenol dan tanin.
Dalam penelitian ini, Dr Gabriella Macchia, dari Catholic University, Campobasso, Italia, dan rekannya meneliti efek perlindungan dari konsumsi wine terhadap 348 wanita yang menjalani terapi radiasi setelah melakukan operasi kanker payudara. Risiko menderita efek racun akibat radiasi ternyata mencapai 38,4 persen pada mereka tidak meminum wine, sebesar 31,8 persen pada wanita yang minum setengah gelas setiap hari, dan 13,6 persen pada peminum satu gelas wine tiap hari, serta 35 persen pada mereka yang minum dua gelas setiap harinya.
Peneliti menemukan bahwa wanita yang minum hanya satu gelas wine sehari memiliki risiko jauh lebih rendah menderita efek terapi radiasi. Secara khusus, risiko mereka terkena racun kulit akibat radiasi sekitar 75 persen lebih sedikit daripada yang tidak minum.
Sumber : liputan6.com - klipberita.com
Lihat juga:
Dim Sum
Diketahui, beberapa komponen wine dapat melindungi dari efek berbahaya radiasi. Komponen-komponen ini mencakup polifenol dan tanin.
Dalam penelitian ini, Dr Gabriella Macchia, dari Catholic University, Campobasso, Italia, dan rekannya meneliti efek perlindungan dari konsumsi wine terhadap 348 wanita yang menjalani terapi radiasi setelah melakukan operasi kanker payudara. Risiko menderita efek racun akibat radiasi ternyata mencapai 38,4 persen pada mereka tidak meminum wine, sebesar 31,8 persen pada wanita yang minum setengah gelas setiap hari, dan 13,6 persen pada peminum satu gelas wine tiap hari, serta 35 persen pada mereka yang minum dua gelas setiap harinya.
Peneliti menemukan bahwa wanita yang minum hanya satu gelas wine sehari memiliki risiko jauh lebih rendah menderita efek terapi radiasi. Secara khusus, risiko mereka terkena racun kulit akibat radiasi sekitar 75 persen lebih sedikit daripada yang tidak minum.
Sumber : liputan6.com - klipberita.com
Lihat juga:
Dim Sum
Rabu, 24 November 2010
Ice cream yang Semakin Beragam
Setahun belakangan ini, memilih Ice cream terasa lebih membingungkan. Bingung karena kian beragamnya rasa yang ditawarkan. Belum lagi segala 'aksesori' tambahan yang bisa dicampurkan di dalamnya.
Perkembangan kuliner Ice cream ke bentuk yang kian 'rumit' ini paling mudah dilihat di pusat belanja. Restoran dan usaha Ice cream rumahan pun ikut berimprovisasi.
Jika sudah begini, tidak ada jalan lain mengetahui kehebatan perkembangan kuliner Ice cream selain jajal langsung. Selain itu, penampilan Ice cream yang kian 'rumit' menantang indera pengecap.
Salah satu yang menarik dicoba ialah cold stone creamery. Ice cream asal Arizona, AS, ini ada di beberapa pusat belanja wilayah Jakarta Selatan.
Dari gambar di gerai sudah bisa dilihat es krimnya masuk kategori 'rumit' tadi. Es krim itu membumbung dalam cup dari wafle kering bergelombang hingga seperti gunung api meletus.
Namun muntahan batu berganti dengan cokelat, kacang, bahkan ada pisang, crackers, dan bongkahan cake cokelat. Ada 21 macam rasa Ice cream dan 43 campuran (mix-in) lainnya yang disediakan.
Jika belum berani eksplorasi, memilih signature ice cream merupakan cara aman mendapat kreasi yang lezat. Salah satu andalan gerai itu ialah chocolate devotion yakni Ice cream cokelat dicampur butiran cokelat dan brownies. Sensasi di lidah setara kelihatannya. Meski berpori-pori, es krim terasa lembut. Kekentalannya menunjukkan tingginya kadar susu.
Campuran butiran cokelat membuat makanan ini terasa ramai di mulut. Mungkin agak sedikit merepotkan karena beberapa cokelat lengket di gigi. Meski begitu manisnya tetap pas, itu mungkin karena es krim dasar yang tidak terlalu manis.
Es krim gaya campur ini juga sudah masuk buffe hotel. Hotel Shangri-La salah satunya. Meski tidak seberagam di gerai, cokelat dalam bentuk biskuit, batangan, silinder, atau stroberi juga tersedia. "Karena intinya adalah berkreasi sesukamu. Itu yang buat orang suka es krim ini. Meskipun tidak enak, tetap suka karena kreasi sendiri," kata Executive Pastry Chef Shangri-La, Guillaume Bonnety.
Pria asal Prancis itu menilai es krim vanila menjadi dasar terbaik untuk pencampuran. "Karena tidak terlalu manis," kata Bonnety yang menyebut gaya es krim itu sebagai tepanyaki, mengacu pada meja tempat pencampuran es krim.
Meja ini pula yang jadi atraksi tambahan es krim ini. Di atas meja granit berpendingin yang mirip dengan meja pengolahan tepanyaki itu, es krim dicampurkan, dicacah, hingga dimampatkan lagi. Meski begitu, es krim tidak mencair.
Es krim Italia- gelato (jamak-gelati) juga makin banyak ditemui di Indonesia. Es krim ini mengandung buah-buahan dan kadar susunya rendah lemak.
Dengan begitu, gelati terasa lebih ringan daripada es krim biasa. Alessandro Santi, chef Italia di Shangri-La, mengatakan gelati berfungsi mencuci rasa makanan sebelumnya dan memberikan rasa segar setelahnya.
Sumber :Dok.mi/OL-5 - Bintang Krisanti - Media Indonesia
Lihat juga:
Soto
Wine
Perkembangan kuliner Ice cream ke bentuk yang kian 'rumit' ini paling mudah dilihat di pusat belanja. Restoran dan usaha Ice cream rumahan pun ikut berimprovisasi.
Jika sudah begini, tidak ada jalan lain mengetahui kehebatan perkembangan kuliner Ice cream selain jajal langsung. Selain itu, penampilan Ice cream yang kian 'rumit' menantang indera pengecap.
Salah satu yang menarik dicoba ialah cold stone creamery. Ice cream asal Arizona, AS, ini ada di beberapa pusat belanja wilayah Jakarta Selatan.
Dari gambar di gerai sudah bisa dilihat es krimnya masuk kategori 'rumit' tadi. Es krim itu membumbung dalam cup dari wafle kering bergelombang hingga seperti gunung api meletus.
Namun muntahan batu berganti dengan cokelat, kacang, bahkan ada pisang, crackers, dan bongkahan cake cokelat. Ada 21 macam rasa Ice cream dan 43 campuran (mix-in) lainnya yang disediakan.
Jika belum berani eksplorasi, memilih signature ice cream merupakan cara aman mendapat kreasi yang lezat. Salah satu andalan gerai itu ialah chocolate devotion yakni Ice cream cokelat dicampur butiran cokelat dan brownies. Sensasi di lidah setara kelihatannya. Meski berpori-pori, es krim terasa lembut. Kekentalannya menunjukkan tingginya kadar susu.
Campuran butiran cokelat membuat makanan ini terasa ramai di mulut. Mungkin agak sedikit merepotkan karena beberapa cokelat lengket di gigi. Meski begitu manisnya tetap pas, itu mungkin karena es krim dasar yang tidak terlalu manis.
Es krim gaya campur ini juga sudah masuk buffe hotel. Hotel Shangri-La salah satunya. Meski tidak seberagam di gerai, cokelat dalam bentuk biskuit, batangan, silinder, atau stroberi juga tersedia. "Karena intinya adalah berkreasi sesukamu. Itu yang buat orang suka es krim ini. Meskipun tidak enak, tetap suka karena kreasi sendiri," kata Executive Pastry Chef Shangri-La, Guillaume Bonnety.
Pria asal Prancis itu menilai es krim vanila menjadi dasar terbaik untuk pencampuran. "Karena tidak terlalu manis," kata Bonnety yang menyebut gaya es krim itu sebagai tepanyaki, mengacu pada meja tempat pencampuran es krim.
Meja ini pula yang jadi atraksi tambahan es krim ini. Di atas meja granit berpendingin yang mirip dengan meja pengolahan tepanyaki itu, es krim dicampurkan, dicacah, hingga dimampatkan lagi. Meski begitu, es krim tidak mencair.
Es krim Italia- gelato (jamak-gelati) juga makin banyak ditemui di Indonesia. Es krim ini mengandung buah-buahan dan kadar susunya rendah lemak.
Dengan begitu, gelati terasa lebih ringan daripada es krim biasa. Alessandro Santi, chef Italia di Shangri-La, mengatakan gelati berfungsi mencuci rasa makanan sebelumnya dan memberikan rasa segar setelahnya.
Sumber :Dok.mi/OL-5 - Bintang Krisanti - Media Indonesia
Lihat juga:
Soto
Wine
Senin, 22 November 2010
History of Steak
Steak as if synonymous with the land of Uncle Sam because it is one of the highest quality beef. No wonder the line of the type of beef imported from there as U.S. T-Bone Streak, U.S. Beef Ribs, Tenderloin U.S., U.S. Sirloin and so forth. Inipula types are available at Factory Steak restaurant owned by Kenneth Chen. It may be practically most people think of steak comes from the U.S..
In fact, it is said was originally not the case. Beef is not exactly popular as part of the diet choice in the U.S. before the Civil War. According to a site, its history is not even real beef from the U.S.. Precisely who introduced cattle to the new world of the Spaniards to Mexico in 1540.
Then, in the 18th century by the Spanish Colonial and French began to raise cows. As railways developed at the time, they use trains to transport cattle from San Antonio, Texas to New Orleans. But this industry then fell due to a terrible winter when the herd of cows gone up to 90 percent.
But along with the development of the age at the time, beef production increased again since 1871. Even after World War II, aka beef beef became a symbol of American prosperity.
This symbol eventually became famous all over the world while also providing inspiration to the interpreter-cook. Thus, aka steak steak menu also managed to become a kitchen mainstay. Resto-special steak restaurants also appear. In order to be different and gain profit, each restaurant also has a uniqueness of each with a different strategy. This, too, who carried out the Steak Factory, opened in the region that there is no special restaurant steak. In addition it is still not forgotten the taste of Indonesian cuisine in membubui beef imports. Through the concept of a low profile and local, Steak Factory is ready to spread to other cities in the future.
"Whose name is not only a shop building in Jakarta alone but in the region too, meaning Steak Factory can open in other areas also," that Chen hopes the expansion plan forward. Selling may be steak, but the Steak Factory still not forget the spice native to Indonesia!
Source: SH / sally approached - sinarharapan.co.id
See also:
Dim Sum
Wine
In fact, it is said was originally not the case. Beef is not exactly popular as part of the diet choice in the U.S. before the Civil War. According to a site, its history is not even real beef from the U.S.. Precisely who introduced cattle to the new world of the Spaniards to Mexico in 1540.
Then, in the 18th century by the Spanish Colonial and French began to raise cows. As railways developed at the time, they use trains to transport cattle from San Antonio, Texas to New Orleans. But this industry then fell due to a terrible winter when the herd of cows gone up to 90 percent.
But along with the development of the age at the time, beef production increased again since 1871. Even after World War II, aka beef beef became a symbol of American prosperity.
This symbol eventually became famous all over the world while also providing inspiration to the interpreter-cook. Thus, aka steak steak menu also managed to become a kitchen mainstay. Resto-special steak restaurants also appear. In order to be different and gain profit, each restaurant also has a uniqueness of each with a different strategy. This, too, who carried out the Steak Factory, opened in the region that there is no special restaurant steak. In addition it is still not forgotten the taste of Indonesian cuisine in membubui beef imports. Through the concept of a low profile and local, Steak Factory is ready to spread to other cities in the future.
"Whose name is not only a shop building in Jakarta alone but in the region too, meaning Steak Factory can open in other areas also," that Chen hopes the expansion plan forward. Selling may be steak, but the Steak Factory still not forget the spice native to Indonesia!
Source: SH / sally approached - sinarharapan.co.id
See also:
Dim Sum
Wine
Bikin Dim Sum unik yuk!
Cooking class ini khusus buat pencinta Dim Sum. Seorang chef ahli membuat dim sum akan membimbing tahapan membuat Dim Sum. Kali ini Dim Sum unik dan trendy yang bakal dibagikan ilmunya. Dim Sum bentuk kelinci, landak, kura-kura dan Dim Sum kukus panggang yang paling gres. Buruan daftarkan diri Anda, hanya tersedia 20 tempat saja!
Dim Sum, penganan mungil yang berasal dari selatan Cina ini kini sangat populer di dunia. Awalnya Dim Sum dinikmati di pagi hingga siang hari sebagai teman minum the yang dikenal dengan sebutan yam cha. Kebiasaan ini berkembang hingga di hampir seluruh kawasan Asia, termasuk di Indonesia.
Sudah lebih dari sepuluh kali kami menggelar kursus Dim Sum yang selalu dibanjiri peserta. Dim Sum yang jumlahnya ratusan memiliki keunikan dalam pembuatan seperti layaknya pastry di negeri Barat. Untuk memuaskan rasa ingin tahu, kamipun mengikuti perkembangan Dim Sum hingga akhirnya memilih Dim Sum yang unik dan trendy sebagai topik cooking class exclusive kali ini.
Kami mendapat dukungan dari hotel JW Marriott Jakarta, melalui Mr.Karsono, seorang Junior Sous Chef yang trampil membuat Dim Sum. Sajian Dim Sum kreasinya menjadi favorit tamu di Pearl Chinese Restaurant. Bukan hanya cantik tetapi rasanya juga enak.
Lima buah Dim Sum akan diajarkan secara detil pembuatannya. Tiga Dim Sum unik, berbentuk landak, kelinci dan kura-kura akan dijelaskan cara membuat adonan kulitnya dan isian yang enak. Bentuk yang mungil dengan rasa adonan kulit yang empuk lembut sangat enak dipadu dengan adonan yang legit wangi. Bentuk binatang yang lucu dengan rasa yang unik dan teknik membuat yang kreatif ini sedang digemari oleh pencinta Dim Sum di dunia.
Dua Dim Sum yang paling trendy, Dim Sum dengan teknik kukus panggang memiliki rasa renyah sedikit lembut dengan variasi isi yang gurih. Dua jenis steam pan fried Dim Sum (berbentuk bulat lipat dan serbentuk mirip kuo tie dengan 2 variasi isi) akan dibeberkan cara membuat kulit hingga membentuk plus membuat adonan isinya. Rasa Dim Sum ini tidak hanya lembek tetapi ada tektur renyah yang enak.
Tiap penjelasan chef akan diikuti dengan praktek yang dibimbing oleh sang chef dan timnya. Tanya jawabpun bebas Anda lakukan sampai semuanya menjadi jelas dimengerti. Usai cooking class, Anda bisa menikmati makan siang bermenu dim sum dan hidangan lain, yam cha sepuasnya.
Kelas untuk Dim Sum ini merupakan kelas praktek atau hands on, karena itu kami membatasi jumlah pesertanya, hanya 20 (dua puluh) orang saja. Supaya bisa mengatur waktu, catat dahulu waktunya, Sabtu, 16 Mei 2009, pukul 9.30-14.00, di Pearl Chinese Restaurant, Hotel JW Marriott Jakarta, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Kami hanya memberikan tempat pada mereka yang benar-benar berminat. Pastikan nama Anda terdaftar di sini!
Sumber : Eka / Odilia Winneke - detikFood
Lihat juga:
Wine
Hanamasa
Dim Sum, penganan mungil yang berasal dari selatan Cina ini kini sangat populer di dunia. Awalnya Dim Sum dinikmati di pagi hingga siang hari sebagai teman minum the yang dikenal dengan sebutan yam cha. Kebiasaan ini berkembang hingga di hampir seluruh kawasan Asia, termasuk di Indonesia.
Sudah lebih dari sepuluh kali kami menggelar kursus Dim Sum yang selalu dibanjiri peserta. Dim Sum yang jumlahnya ratusan memiliki keunikan dalam pembuatan seperti layaknya pastry di negeri Barat. Untuk memuaskan rasa ingin tahu, kamipun mengikuti perkembangan Dim Sum hingga akhirnya memilih Dim Sum yang unik dan trendy sebagai topik cooking class exclusive kali ini.
Kami mendapat dukungan dari hotel JW Marriott Jakarta, melalui Mr.Karsono, seorang Junior Sous Chef yang trampil membuat Dim Sum. Sajian Dim Sum kreasinya menjadi favorit tamu di Pearl Chinese Restaurant. Bukan hanya cantik tetapi rasanya juga enak.
Lima buah Dim Sum akan diajarkan secara detil pembuatannya. Tiga Dim Sum unik, berbentuk landak, kelinci dan kura-kura akan dijelaskan cara membuat adonan kulitnya dan isian yang enak. Bentuk yang mungil dengan rasa adonan kulit yang empuk lembut sangat enak dipadu dengan adonan yang legit wangi. Bentuk binatang yang lucu dengan rasa yang unik dan teknik membuat yang kreatif ini sedang digemari oleh pencinta Dim Sum di dunia.
Dua Dim Sum yang paling trendy, Dim Sum dengan teknik kukus panggang memiliki rasa renyah sedikit lembut dengan variasi isi yang gurih. Dua jenis steam pan fried Dim Sum (berbentuk bulat lipat dan serbentuk mirip kuo tie dengan 2 variasi isi) akan dibeberkan cara membuat kulit hingga membentuk plus membuat adonan isinya. Rasa Dim Sum ini tidak hanya lembek tetapi ada tektur renyah yang enak.
Tiap penjelasan chef akan diikuti dengan praktek yang dibimbing oleh sang chef dan timnya. Tanya jawabpun bebas Anda lakukan sampai semuanya menjadi jelas dimengerti. Usai cooking class, Anda bisa menikmati makan siang bermenu dim sum dan hidangan lain, yam cha sepuasnya.
Kelas untuk Dim Sum ini merupakan kelas praktek atau hands on, karena itu kami membatasi jumlah pesertanya, hanya 20 (dua puluh) orang saja. Supaya bisa mengatur waktu, catat dahulu waktunya, Sabtu, 16 Mei 2009, pukul 9.30-14.00, di Pearl Chinese Restaurant, Hotel JW Marriott Jakarta, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Kami hanya memberikan tempat pada mereka yang benar-benar berminat. Pastikan nama Anda terdaftar di sini!
Sumber : Eka / Odilia Winneke - detikFood
Lihat juga:
Wine
Hanamasa
Selasa, 16 November 2010
Concha Wine
This is the third of the Carmenere Wine I tasted this month. As I stated in my previous two articles, Carmenere is one of the wines I've pushed aside in the past, but have placed on a list to re-examine in 2010. The first two left me with mixed feelings about the wine. The Arboleda 2006 was more full bodied with lots of earth, green pepper and tobacco. It lacked any fruit with the exception of some black current or some black raspberry in the mouth. The Concha y Toro Marques de Concha Casa 2007 was much different with more fruit aromas and less earth and tobacco. Although I would like to try the Arboleda with a thick grilled steak, the Marques de Concha Casa was more versatile and would do well with chicken, stews, burgers and pizza.
Tonight I uncorked another Carmenere from Concha y Toro, the Casillero del Diablo 2008 Reserve. Again I found something much different than the previous two, maybe a bit in-between.
There was a little dark cherry and blueberry hidden under the aromas of tobacco and chocolate. The mouth was offering the same with a little spice leading to a dry, but peppery finish. I did enjoy this with some Muenster and Dubliner cheese. The price was also right for this one, at $10 you can't go wrong.
The Marques de Concha Casa, at $20, was definitely the best of the three, although the Casillero del Diablo was a great buy. I'm still not sold on Carmenere. In a few months I will try another three and hopefully three more before the year ends. It'll be fun!!! (whywineblog)
Tonight I uncorked another Carmenere from Concha y Toro, the Casillero del Diablo 2008 Reserve. Again I found something much different than the previous two, maybe a bit in-between.
There was a little dark cherry and blueberry hidden under the aromas of tobacco and chocolate. The mouth was offering the same with a little spice leading to a dry, but peppery finish. I did enjoy this with some Muenster and Dubliner cheese. The price was also right for this one, at $10 you can't go wrong.
The Marques de Concha Casa, at $20, was definitely the best of the three, although the Casillero del Diablo was a great buy. I'm still not sold on Carmenere. In a few months I will try another three and hopefully three more before the year ends. It'll be fun!!! (whywineblog)
Minggu, 14 November 2010
Chardonnay, most popular white Wine
Chardonnay is the world's most popular White Wine grape, with over 300,000 acres planted, 100,000 in California alone. It’s homeland is the Burgundy region of France, where it produces sublime, complex table Wines (in Champagne and elsewhere it provides the base for many of the world’s best sparkling wines), but it also flourishes in California, Australia, New Zealand, Chile, Argentina and South Africa.
Chardonnay is a good-yielding variety that buds early in the season and also ripens relatively early, with its thin skin making it susceptible to rot from early rains. The best chardonnays come from cool climates like Burgundy or California’s Carneros District, but the variety also adapts well to warmer regions like Australia. Chardonnay ripens easily and produces medium-to-full-bodied wines with rich apple, citrus, and tropical fruit aromas and flavors. Although it can be vinified as a crisp, fruity quaffing wine, the best, most complex chardonnays, as in Burgundy, are fermented in small oak barrels and put through a secondary, malolactic fermentation, which imparts toasty, buttery characteristics to both the wine’s aroma and flavor.
Chardonnay is not an especially versatile food Wine and is best paired with simply prepared seafood and poultry dishes. (drinkwine)
See also :
Ice cream
Soto
Chardonnay is a good-yielding variety that buds early in the season and also ripens relatively early, with its thin skin making it susceptible to rot from early rains. The best chardonnays come from cool climates like Burgundy or California’s Carneros District, but the variety also adapts well to warmer regions like Australia. Chardonnay ripens easily and produces medium-to-full-bodied wines with rich apple, citrus, and tropical fruit aromas and flavors. Although it can be vinified as a crisp, fruity quaffing wine, the best, most complex chardonnays, as in Burgundy, are fermented in small oak barrels and put through a secondary, malolactic fermentation, which imparts toasty, buttery characteristics to both the wine’s aroma and flavor.
Chardonnay is not an especially versatile food Wine and is best paired with simply prepared seafood and poultry dishes. (drinkwine)
See also :
Ice cream
Soto
Rabu, 10 November 2010
Ice cream Kue lezat
Ice cream adalah sebuah makanan beku biasanya terbuat dari produk susu, seperti susu dan cream, dan sering dikombinasikan dengan buah-buahan atau bahan lain dan rasa. Kebanyakan varietas mengandung gula, meskipun beberapa yang dibuat dengan pemanis lainnya. Dalam beberapa kasus, perasa buatan dan pewarna digunakan selain (atau penggantian) bahan-bahan alami. Campuran ini diaduk perlahan-lahan sambil pendinginan untuk mencegah kristal Ice besar dari pembentukan, hasilnya adalah Ice cream bertekstur mulus.
Arti dari istilah Ice cream bervariasi dari satu negara ke negara lain. Istilah seperti custard beku, yogurt beku, sorbet, gelato dan lain-lain digunakan untuk membedakan varietas yang berbeda dan gaya. Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, istilah Ice cream hanya berlaku untuk varietas tertentu, dan pemerintah mereka mengatur penggunaan komersial semua istilah ini berdasarkan jumlah bahan. Di lain, seperti Italia dan Argentina, satu kata yang digunakan untuk semua varian. Alternatif yang terbuat dari susu kedelai, susu beras, dan susu kambing yang tersedia bagi mereka yang tidak toleran laktosa atau alergi terhadap protein susu, atau dalam kasus kedelai dan susu beras, bagi mereka yang ingin menghindari produk hewani.
Ice cream kue Ice cream baik dalam bentuk kue atau Ice cream dan kue berlapis bersama-sama untuk membuat bentuk tunggal. Ide kue Ice cream berasal dari makanan penutup yang terdiri dari krim dan kue kue atau hal-hal sepele yang disebut, yang pertama kali muncul di Renaissance. Ice cream kue dapat digunakan untuk kue ulang tahun atau, seperti yang baru-baru ini menjadi en populer di kalangan selebriti seperti Victoria Beckham dan Britney Spears, di pesta pernikahan.
Victoria membuat makanan penutup yang disebut bombes, yang terdiri dari Ice cream dan buah dalam cetakan mewah. Kadang-kadang makanan penutup berjajar dengan kue atau biskuit. resep Ice cream kue dating ke 1870 juga telah ditemukan.
Hari ini, kue Ice cream dibuat di toko-toko Ice cream banyak dan dalam varietas yang berbeda, termasuk pie atap seng. Mereka datang dalam berbagai rasa dan gaya. Ice cream kue terutama dibuat oleh layering dua jenis Ice cream keras, dengan lembut melayani bertindak sebagai "icing". (En.wikipedia)
Lihat juga:
Wine
Sate
Arti dari istilah Ice cream bervariasi dari satu negara ke negara lain. Istilah seperti custard beku, yogurt beku, sorbet, gelato dan lain-lain digunakan untuk membedakan varietas yang berbeda dan gaya. Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, istilah Ice cream hanya berlaku untuk varietas tertentu, dan pemerintah mereka mengatur penggunaan komersial semua istilah ini berdasarkan jumlah bahan. Di lain, seperti Italia dan Argentina, satu kata yang digunakan untuk semua varian. Alternatif yang terbuat dari susu kedelai, susu beras, dan susu kambing yang tersedia bagi mereka yang tidak toleran laktosa atau alergi terhadap protein susu, atau dalam kasus kedelai dan susu beras, bagi mereka yang ingin menghindari produk hewani.
Ice cream kue Ice cream baik dalam bentuk kue atau Ice cream dan kue berlapis bersama-sama untuk membuat bentuk tunggal. Ide kue Ice cream berasal dari makanan penutup yang terdiri dari krim dan kue kue atau hal-hal sepele yang disebut, yang pertama kali muncul di Renaissance. Ice cream kue dapat digunakan untuk kue ulang tahun atau, seperti yang baru-baru ini menjadi en populer di kalangan selebriti seperti Victoria Beckham dan Britney Spears, di pesta pernikahan.
Victoria membuat makanan penutup yang disebut bombes, yang terdiri dari Ice cream dan buah dalam cetakan mewah. Kadang-kadang makanan penutup berjajar dengan kue atau biskuit. resep Ice cream kue dating ke 1870 juga telah ditemukan.
Hari ini, kue Ice cream dibuat di toko-toko Ice cream banyak dan dalam varietas yang berbeda, termasuk pie atap seng. Mereka datang dalam berbagai rasa dan gaya. Ice cream kue terutama dibuat oleh layering dua jenis Ice cream keras, dengan lembut melayani bertindak sebagai "icing". (En.wikipedia)
Lihat juga:
Wine
Sate
Soto, Dish from Indonesia
Who does not know Soto dish? In every region in Indonesia, there is generally this berkuah food. Call it is Soto Betawi, Soto Lamongan, Sokaraja Soto, Soto Kudus, Soto Betawi, Soto Banjar Soto Makassar (Coto), Soto Pekalongan (Tauto), Soto Madura, Soto Bandung, Sokaraja Soto, and Soto Padang.
The origins of cuisine berkuah arguably created the first time is still confusing. Anthropological evidence mentioned as a serving berkuah Soto, who is consumed with rice, probably originated from Central Java, around mid-century 18. First it was the Chinese cuisine fused with the traditions of the immigrants, traders, and travelers from different cultures so that they appear cuisine Soto in each region.
According to the book by Dennys Lombard (Nusa Java: Cross-Cultural), mentioned the origin of Chinese food Soto was named Caudo, which was first popular in the area of Semarang. From Caudo gradually became Soto.
Chef Dosniroha Sitompul, revealing each region has its own philosophy in terms of cuisine berkuah this. Philosophy that could depend on where Soto was first created, and the contents in that Soto. For example Bangkong Soto, Soto does not mean it contains a frog meat. However, the name Soto Bangkong created because it comes from a village in Semarang.
"The Meaning of the name and content in the Soto Soto is not always the same," said Chef Dosniroha to VIVAnews at Seminar on Batik and Cuisine Festival on Campus Atmajaya, Saturday, October 25 last.
Another with Soto Tangkar derived from Betawi. In ancient times, the Betawi people hard to buy meat. As a result dipakailah cow bones to outsmart it. However, Soto Tangkar slowly starting to change according to changes in society. Of meat that is only attached to the bones become many modifications made flesh intact, lungs, tripe, beef liver.
Presentation of each Soto also has a different way. Soto served with various toppings, such as chicken eggs, chicken meat, beef, buffalo meat. Equipped with glass noodles, bean sprouts, crackers, meatball, melinjo chips. Also incomplete without a sauce and soy sauce.
Soto is usually served with rice, according to Indonesian customs. But there is also served by using a diamond like Coto Makassar, and use noodles for Soto Mie Bogor. (Petti Lubis, Nur Farida Ahniar - VIVAnews)
See also:
Wine
The origins of cuisine berkuah arguably created the first time is still confusing. Anthropological evidence mentioned as a serving berkuah Soto, who is consumed with rice, probably originated from Central Java, around mid-century 18. First it was the Chinese cuisine fused with the traditions of the immigrants, traders, and travelers from different cultures so that they appear cuisine Soto in each region.
According to the book by Dennys Lombard (Nusa Java: Cross-Cultural), mentioned the origin of Chinese food Soto was named Caudo, which was first popular in the area of Semarang. From Caudo gradually became Soto.
Chef Dosniroha Sitompul, revealing each region has its own philosophy in terms of cuisine berkuah this. Philosophy that could depend on where Soto was first created, and the contents in that Soto. For example Bangkong Soto, Soto does not mean it contains a frog meat. However, the name Soto Bangkong created because it comes from a village in Semarang.
"The Meaning of the name and content in the Soto Soto is not always the same," said Chef Dosniroha to VIVAnews at Seminar on Batik and Cuisine Festival on Campus Atmajaya, Saturday, October 25 last.
Another with Soto Tangkar derived from Betawi. In ancient times, the Betawi people hard to buy meat. As a result dipakailah cow bones to outsmart it. However, Soto Tangkar slowly starting to change according to changes in society. Of meat that is only attached to the bones become many modifications made flesh intact, lungs, tripe, beef liver.
Presentation of each Soto also has a different way. Soto served with various toppings, such as chicken eggs, chicken meat, beef, buffalo meat. Equipped with glass noodles, bean sprouts, crackers, meatball, melinjo chips. Also incomplete without a sauce and soy sauce.
Soto is usually served with rice, according to Indonesian customs. But there is also served by using a diamond like Coto Makassar, and use noodles for Soto Mie Bogor. (Petti Lubis, Nur Farida Ahniar - VIVAnews)
See also:
Wine
Selasa, 09 November 2010
How to make Sushi Inari?
One of the cheaper and more popular types of Sushi in the market nowadays is the Inari Sushi. It is made by stuffing Sushi rice, and even some vegetables into small pouches of deep fried bean curd or tofu, also more popularly known in its Japanese term as aburage. Instead of the usual Nori seaweed or soybean paper, aburage is used in this Sushi. Aburage can either be sold in packets or packaged in cans, and is widely distributed throughout most Japanese specialty stores or supermarkets. This type of Sushi is also called by some famous nicknames, like pocket-Sushi and brown-bag Sushi. But whatever the monikers may be, this type of Sushi is easy to make, less expensive, and tastes really good!
Following the simple procedures below can have you making your own Inari Sushi in no time.
Inari Sushi Rice Recipes
Ingredients:
4 deep fried tofu pieces, cut into half
2 cups prepared Sushi rice
3 tablespoons sugar
4 tablespoons soy sauce
3 tablespoons Mirin or sweet Japanese cooking Wine
1 and ¼ cup Dashi or fish stock
Salt
¼ cup shredded carrots (par-boiled)
1 teaspoon sesame seeds (toasted) optional
Pickled ginger (for garnish)
Steps :
1. Since the tofu is deep-fried, it is necessary to get rid of the excess oils. Do this by soaking them in boiling water. Cool for a while, and then cut them into half. This makes 8 tofu pouches in all.
2. Combine soy sauce, sugar, dashi and mirin in a small pan. Bring to a boil over slow to medium heat. Add the tofu pockets to the boiling sauce. Let it simmer for about 15-20 minutes, over slow heat, and completely covered. After 20 minutes, turn off heat, and drain the tofu. Squeeze them dry and set aside.
3. Combine Sushi rice, carrots, and the toasted sesame seeds.
4. Stuff the rice mixture into the cut tofu, carefully folding over the ends to secure it.
5. Arrange in a plate and garnish with the pickled ginger.
This recipe yields 8 servings of Inari Sushi
Some useful tips:
• Some canned tofu are seasoned and already cut into serving pouches. Therefore, you can do away with the simmering in soy-sauce and mirin mixture. However, boiling the tofu in the sauce is most ideal, as it will ensure more flavor.
• Mirin is a kind of Japanese cooking wine, sort of a sweeter version of the usual sake. The mixture in making this Wine usually consists of steamed mochigome rice, shochu (Japanese liquor), and komekoji (rice yeast). These are then fermented to make mirin. There are actually two types of mirin available in the market. Hon mirin contains 14 percent alcohol. Shin mirin has less than 1 percent alcohol, and is therefore more ideal for cooking. Shin Mirin is often bottled and has a yellow gold color. Mirin is also used to prepare seasoning for Sushi rice.
• Aburage is often confused with Atsuage. While both are soybean products, and are deep fried, aburage is of the thinner variety. Atsuage is also triangular in shape, thick, and ideal for simmered soups, added in stir fries, or served with soy sauce. Aburage is often shaped into squares and rectangles. This makes the aburage perfect when stuffed with Sushi rice and made into Inari Sushi.
• Dashi or fish stock is relatively easy to make. A cup of Katsuobushi or dried fish flakes can be combined with 2-3 cups of water, and then boiled over low heat. Then the fish flakes can be strained to retain the fish stock. (Greg Rush - Articlebase)
See also :
Wine
Steak
Following the simple procedures below can have you making your own Inari Sushi in no time.
Inari Sushi Rice Recipes
Ingredients:
4 deep fried tofu pieces, cut into half
2 cups prepared Sushi rice
3 tablespoons sugar
4 tablespoons soy sauce
3 tablespoons Mirin or sweet Japanese cooking Wine
1 and ¼ cup Dashi or fish stock
Salt
¼ cup shredded carrots (par-boiled)
1 teaspoon sesame seeds (toasted) optional
Pickled ginger (for garnish)
Steps :
1. Since the tofu is deep-fried, it is necessary to get rid of the excess oils. Do this by soaking them in boiling water. Cool for a while, and then cut them into half. This makes 8 tofu pouches in all.
2. Combine soy sauce, sugar, dashi and mirin in a small pan. Bring to a boil over slow to medium heat. Add the tofu pockets to the boiling sauce. Let it simmer for about 15-20 minutes, over slow heat, and completely covered. After 20 minutes, turn off heat, and drain the tofu. Squeeze them dry and set aside.
3. Combine Sushi rice, carrots, and the toasted sesame seeds.
4. Stuff the rice mixture into the cut tofu, carefully folding over the ends to secure it.
5. Arrange in a plate and garnish with the pickled ginger.
This recipe yields 8 servings of Inari Sushi
Some useful tips:
• Some canned tofu are seasoned and already cut into serving pouches. Therefore, you can do away with the simmering in soy-sauce and mirin mixture. However, boiling the tofu in the sauce is most ideal, as it will ensure more flavor.
• Mirin is a kind of Japanese cooking wine, sort of a sweeter version of the usual sake. The mixture in making this Wine usually consists of steamed mochigome rice, shochu (Japanese liquor), and komekoji (rice yeast). These are then fermented to make mirin. There are actually two types of mirin available in the market. Hon mirin contains 14 percent alcohol. Shin mirin has less than 1 percent alcohol, and is therefore more ideal for cooking. Shin Mirin is often bottled and has a yellow gold color. Mirin is also used to prepare seasoning for Sushi rice.
• Aburage is often confused with Atsuage. While both are soybean products, and are deep fried, aburage is of the thinner variety. Atsuage is also triangular in shape, thick, and ideal for simmered soups, added in stir fries, or served with soy sauce. Aburage is often shaped into squares and rectangles. This makes the aburage perfect when stuffed with Sushi rice and made into Inari Sushi.
• Dashi or fish stock is relatively easy to make. A cup of Katsuobushi or dried fish flakes can be combined with 2-3 cups of water, and then boiled over low heat. Then the fish flakes can be strained to retain the fish stock. (Greg Rush - Articlebase)
See also :
Wine
Steak
Wine dan Perasaan
Memang benar bahwa ada untuk mengetahui apa Wine untuk memilih untuk makan atau apa hidangan untuk setiap Wine, ini adalah awal dari pernikahan, tapi apa lagi yang ada untuk mengetahui sebelum Anda membuka botol?
Ini akan bertanya pertama jika Anda minum Wine adalah kebiasaan atau adat, "minum untuk menemani makanan atau mencerna?, Apakah Anda lakukan untuk kesehatan atau status?, Apakah pembuatan Anggur adalah ilmu atau seni?, Apakah Anggur sihir atau murni kesenangan?
The Wine, serta agama atau jenis kelamin, dapat diartikan dalam banyak cara. Anda dapat menelusuri lagi gairah, menemukan penjelasan ilmiah untuk kebajikan yang sehat, bingung untuk menjelaskan sihir atau mengembangkan akal sehat untuk menemukan satu untuk masing-masing tangan.
Banyak pengetahuan adalah mengetahui merek Wine dan daerah, praktek label Wine termasuk penyimpanan yang tepat atau suhu operasi optimal, mengumpulkan Wine atau membeli masa depan, dan berlangganan panduan yang memenuhi syarat. Ini adalah bentuk berguna mengetahui mana daerah dari Perancis benar-benar baik dalam panen 2000.
Tapi semua ini tampaknya masuk akal jika seseorang ingin tahu bagaimana menemukan harmoni, kesenangan atau kesejahteraan, bahan dasar dalam perkawinan jiwa dan indra.
Beberapa orang mulai merasa tertarik pada Wine atau wilayah, atau mereka yang menemukan Wine dan mereka ingin mencoba semua premi atau yang menemukan sebuah gudang dan preferensi adalah untuk menemukan semua rumah. Ada juga orang-orang yang hal yang berbeda di setiap Wine, tergantung pada menu atau kadang-kadang tamu ...
Saya menyarankan kita minum dengan damai, tanpa terburu-buru, kadang-kadang dimaksudkan, kadang-kadang tanpa berpikir, untuk minum tanpa menikah belum (meskipun kadang-kadang ada baiknya untuk menjadi kenyataan), untuk bersabar: Wine adalah yang terbaik saat ini selesai. Seiring waktu, pertanyaan dan jawaban formalitas sederhana.
Mereka belajar untuk merasakan Wine. (Winebookclub)
Lihat juga:
Steak
Ini akan bertanya pertama jika Anda minum Wine adalah kebiasaan atau adat, "minum untuk menemani makanan atau mencerna?, Apakah Anda lakukan untuk kesehatan atau status?, Apakah pembuatan Anggur adalah ilmu atau seni?, Apakah Anggur sihir atau murni kesenangan?
The Wine, serta agama atau jenis kelamin, dapat diartikan dalam banyak cara. Anda dapat menelusuri lagi gairah, menemukan penjelasan ilmiah untuk kebajikan yang sehat, bingung untuk menjelaskan sihir atau mengembangkan akal sehat untuk menemukan satu untuk masing-masing tangan.
Banyak pengetahuan adalah mengetahui merek Wine dan daerah, praktek label Wine termasuk penyimpanan yang tepat atau suhu operasi optimal, mengumpulkan Wine atau membeli masa depan, dan berlangganan panduan yang memenuhi syarat. Ini adalah bentuk berguna mengetahui mana daerah dari Perancis benar-benar baik dalam panen 2000.
Tapi semua ini tampaknya masuk akal jika seseorang ingin tahu bagaimana menemukan harmoni, kesenangan atau kesejahteraan, bahan dasar dalam perkawinan jiwa dan indra.
Beberapa orang mulai merasa tertarik pada Wine atau wilayah, atau mereka yang menemukan Wine dan mereka ingin mencoba semua premi atau yang menemukan sebuah gudang dan preferensi adalah untuk menemukan semua rumah. Ada juga orang-orang yang hal yang berbeda di setiap Wine, tergantung pada menu atau kadang-kadang tamu ...
Saya menyarankan kita minum dengan damai, tanpa terburu-buru, kadang-kadang dimaksudkan, kadang-kadang tanpa berpikir, untuk minum tanpa menikah belum (meskipun kadang-kadang ada baiknya untuk menjadi kenyataan), untuk bersabar: Wine adalah yang terbaik saat ini selesai. Seiring waktu, pertanyaan dan jawaban formalitas sederhana.
Mereka belajar untuk merasakan Wine. (Winebookclub)
Lihat juga:
Steak
Minggu, 07 November 2010
Wine, Cegah Kanker
Wine merah merupakan jenis yang paling digemari. Selain warna yang menarik, Wine merah mempunyai manfaat yang sangat luar biasa. Banyak mitos yang menyatakan bahwa minum Wine dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga terhindar dari berbagai penyakit. Kenyataan tersebut menyebabkan Wine diberi julukan sebagai French Paradox.
Di Prancis, jumlah penderita jantung koroner jauh lebih kecil daripada penduduk Amerika Serikat, bahkan paling kecil dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. Padahal, masyarakat Prancis lebih banyak mengonsumsi lemak dan merokok, serta relatif kurang bergerak. Para peneliti mengaitkan fenomena tersebut dengan kebiasaan orang Prancis yang menyukai red Wine dalam kehidupan sehari-hari.
Sebuah penelitian di Eropa menunjukkan bahwa Wine merah mengandung senyawa fenol yang lebih tinggi dari Wine putih. Fenol atau flavonoid merupakan antioksidan yang sangat kuat, sehingga mempunyai efek kardioprotektif (melindungi jantung dari serangan radikal bebas).
Flavonoid dapat mencegah oksidasi LDL (kolesterol jahat) 20 kali lebih kuat daripada vitamin E. Flavonoid terbukti mempunyai efek biologis yang sangat kuat sebagai antioksidan, menghambat penggumpalan keping-keping sel darah, merangsang produksi oksidasi nitrit yang dapat melebarkan pembuluh darah, dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker.
Pada saat fermentasi Wine merah, senyawa flavonoid yang kompleks terurai menjadi lebih sederhana, sehingga lebih mudah diserap tubuh ketimbang yang terdapat pada buah segar. Adanya alkohol (10 persen) dalam Wine membuat kandungan flavonoid stabil.
Menurut penelitian Agricultural Research Service, US Department of Agriculture, persenyawaan kedua yang terkandung dalam Wine cukup menjanjikan untuk mencegah kanker. Penelitian yang dilakukan oleh Agnes Rimando dari Natural Products Utilization Research Unit, Oxford, Mississippi, menunjukkan bahwa pada wine ditemukan senyawa pterostilbene (terro-STILL-bien).
Senyawa tersebut memiliki kemampuan mencegah kanker sama kuatnya dengan resveratrol, senyawa antioksidan pada buah anggur yang telah lebih dahulu ditemukan. Pterostilbene juga menunjukkan daya hambat yang kuat melawan kanker payudara dalam sel.
Resveratrol pada Wine merupakan salah satu komponen yang sangat bermanfaat. Berdasarkan beberapa penelitian yang dipublikasi, resveratrol sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gary Meszaros dan Joshua Bomser dari The Northeastern Ohio Universities College of Medicine, menunjukkan bahwa resveratrol dapat menghambat angiotensin II, yaitu suatu hormon yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan serangan jantung.
Resveratrol juga merupakan agen antikanker yang baik untuk mencegah kanker prostat, kanker paru-paru, kanker hati, dan kanker payudara. Sebuah publikasi pada The Journal of Applied Toxicology, Juli 2003, menunjukkan resveratrol dapat mereduksi komponen benzopyrene yang merupakan radikal bebas penyebab kanker.
Sebuah publikasi pada Life Science, Agustus 2003, menunjukkan resveratrol dapat menghambat proliferasi dan metastasis sel tumor. FASEB Journal dari AS juga menunjukkan resveratrol sangat bermanfaat dapat menghambat pertumbuhan sel mati penyebab kanker. Kandungan resveratrol pada Wine merah mencapai 1,5 sampai 3 miligram per liter.
Sebuah publikasi pada the Journal of Biological Chemistry, November 2005, menunjukkan bahwa wine merah dapat mereduksi penyakit alzheimer. Hal itu disebabkan kandungan resveratrol pada wine merah yang dapat mereduksi tingkat amyloid-beta peptides (Abeta). Sebuah publikasi pada The Journal of Agricultural and Food Chemistry 2006 menunjukkan bahwa wine merah dapat meningkatkan aliran darah ke otak hingga 30 persen.
Selain resveratrol, peneliti Perancis juga berhasil menemukan komponen acutimissin A pada wine merah yang merupakan antikanker. Acutimissin A tergolong dalam kelas polyphenol ellagitannin.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa acutimissin A dapat menghambat enzim yang mempunyai aktivitas seperti sel kanker. Acutimiisin A memiliki potensi 250 kali lebih baik dalam menghambat sel kanker dibandingkan obat antikanker VP-16. Selain itu, wine merah juga mengandung hormon melatonin. Hormon ini dapat membantu menenangkan pikiran, sehingga seseorang dapat tidur lebih lelap. (gaya hidup sehat - kompas)
Lihat juga :
Soto
Sour Sally
Di Prancis, jumlah penderita jantung koroner jauh lebih kecil daripada penduduk Amerika Serikat, bahkan paling kecil dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. Padahal, masyarakat Prancis lebih banyak mengonsumsi lemak dan merokok, serta relatif kurang bergerak. Para peneliti mengaitkan fenomena tersebut dengan kebiasaan orang Prancis yang menyukai red Wine dalam kehidupan sehari-hari.
Sebuah penelitian di Eropa menunjukkan bahwa Wine merah mengandung senyawa fenol yang lebih tinggi dari Wine putih. Fenol atau flavonoid merupakan antioksidan yang sangat kuat, sehingga mempunyai efek kardioprotektif (melindungi jantung dari serangan radikal bebas).
Flavonoid dapat mencegah oksidasi LDL (kolesterol jahat) 20 kali lebih kuat daripada vitamin E. Flavonoid terbukti mempunyai efek biologis yang sangat kuat sebagai antioksidan, menghambat penggumpalan keping-keping sel darah, merangsang produksi oksidasi nitrit yang dapat melebarkan pembuluh darah, dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker.
Pada saat fermentasi Wine merah, senyawa flavonoid yang kompleks terurai menjadi lebih sederhana, sehingga lebih mudah diserap tubuh ketimbang yang terdapat pada buah segar. Adanya alkohol (10 persen) dalam Wine membuat kandungan flavonoid stabil.
Menurut penelitian Agricultural Research Service, US Department of Agriculture, persenyawaan kedua yang terkandung dalam Wine cukup menjanjikan untuk mencegah kanker. Penelitian yang dilakukan oleh Agnes Rimando dari Natural Products Utilization Research Unit, Oxford, Mississippi, menunjukkan bahwa pada wine ditemukan senyawa pterostilbene (terro-STILL-bien).
Senyawa tersebut memiliki kemampuan mencegah kanker sama kuatnya dengan resveratrol, senyawa antioksidan pada buah anggur yang telah lebih dahulu ditemukan. Pterostilbene juga menunjukkan daya hambat yang kuat melawan kanker payudara dalam sel.
Resveratrol pada Wine merupakan salah satu komponen yang sangat bermanfaat. Berdasarkan beberapa penelitian yang dipublikasi, resveratrol sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gary Meszaros dan Joshua Bomser dari The Northeastern Ohio Universities College of Medicine, menunjukkan bahwa resveratrol dapat menghambat angiotensin II, yaitu suatu hormon yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan serangan jantung.
Resveratrol juga merupakan agen antikanker yang baik untuk mencegah kanker prostat, kanker paru-paru, kanker hati, dan kanker payudara. Sebuah publikasi pada The Journal of Applied Toxicology, Juli 2003, menunjukkan resveratrol dapat mereduksi komponen benzopyrene yang merupakan radikal bebas penyebab kanker.
Sebuah publikasi pada Life Science, Agustus 2003, menunjukkan resveratrol dapat menghambat proliferasi dan metastasis sel tumor. FASEB Journal dari AS juga menunjukkan resveratrol sangat bermanfaat dapat menghambat pertumbuhan sel mati penyebab kanker. Kandungan resveratrol pada Wine merah mencapai 1,5 sampai 3 miligram per liter.
Sebuah publikasi pada the Journal of Biological Chemistry, November 2005, menunjukkan bahwa wine merah dapat mereduksi penyakit alzheimer. Hal itu disebabkan kandungan resveratrol pada wine merah yang dapat mereduksi tingkat amyloid-beta peptides (Abeta). Sebuah publikasi pada The Journal of Agricultural and Food Chemistry 2006 menunjukkan bahwa wine merah dapat meningkatkan aliran darah ke otak hingga 30 persen.
Selain resveratrol, peneliti Perancis juga berhasil menemukan komponen acutimissin A pada wine merah yang merupakan antikanker. Acutimissin A tergolong dalam kelas polyphenol ellagitannin.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa acutimissin A dapat menghambat enzim yang mempunyai aktivitas seperti sel kanker. Acutimiisin A memiliki potensi 250 kali lebih baik dalam menghambat sel kanker dibandingkan obat antikanker VP-16. Selain itu, wine merah juga mengandung hormon melatonin. Hormon ini dapat membantu menenangkan pikiran, sehingga seseorang dapat tidur lebih lelap. (gaya hidup sehat - kompas)
Lihat juga :
Soto
Sour Sally
Kamis, 04 November 2010
Dim Sum, umbrella category for small chinese dishes
Dim Sum is an integral part of Chinese cuisine, closely associated with the tradition of yum cha, or taking tea. Dim Sum means "small heart", suggestive of a small snack that touches the heart. Dim Sum can be found all over China and in many parts of the West, where Dim Sum is a popular meal. Dim Sum is usually served in the late morning through the early afternoon, although some Dim Sum establishments are open later. It is a meal that should be lingered over, in multiple courses that traditionally have a set order.
Dim Sum is an umbrella category for small Chinese dishes. Typical examples of Dim Sum are small dumplings, wrapped foods such as won tons and egg rolls, and other more exotic foods. In general, individual portions of Dim Sum are small, so that numerous dishes can be ordered and sampled by the table. Most Dim Sum falls under the category of a savory pastry, although these foods can be prepared in a variety of ways. Dim Sum can be steamed, fried, boiled, baked, or broiled, and this wide range of options makes for a lively and varied meal.
Usually, Dim Sum is served from rolling carts, which makes it markedly different from Western foods. In a Dim Sum restaurant, servers wheel out fresh trays of delicacies and tables can take what they please. A specific type of dish is used for each food, so that at the end of the meal, the staff can add up all the dirty dishes to determine how much should be charged. Eating traditional Dim Sum is like grazing, and it encourages diners to linger and nibble, sometimes for hours.
Most restaurants have a dazzling array of Dim Sum available, with large establishments offering over 100 different varieties of food that change from day to day. The chef is given a great deal of leeway to create whatever he or she pleases, depending on seasonal availability and what he or she thinks is auspicious for that day.
Some classic examples of Dim Sum include har gow, small steamed dumplings with shrimp and water chestnuts. Consumers can also often find siu may, open faced pork dumplings with chives. Steamed buns filled with a variety of things, from barbecued pork to vegetables, are also extremely popular. Many restaurants also make sweet steamed buns, filled with things like red bean paste, sesame, or lotus root. More exotic offerings such as chicken feet or shrimp wrapped in bean curd skin can often be found as well. Dim Sum is a culinary adventure, and the small dishes are often inexpensive, which encourages people to try new things.(S.E. Smith - Wise Geek)
See also :
Hanamasa
Wine
Dim Sum is an umbrella category for small Chinese dishes. Typical examples of Dim Sum are small dumplings, wrapped foods such as won tons and egg rolls, and other more exotic foods. In general, individual portions of Dim Sum are small, so that numerous dishes can be ordered and sampled by the table. Most Dim Sum falls under the category of a savory pastry, although these foods can be prepared in a variety of ways. Dim Sum can be steamed, fried, boiled, baked, or broiled, and this wide range of options makes for a lively and varied meal.
Usually, Dim Sum is served from rolling carts, which makes it markedly different from Western foods. In a Dim Sum restaurant, servers wheel out fresh trays of delicacies and tables can take what they please. A specific type of dish is used for each food, so that at the end of the meal, the staff can add up all the dirty dishes to determine how much should be charged. Eating traditional Dim Sum is like grazing, and it encourages diners to linger and nibble, sometimes for hours.
Most restaurants have a dazzling array of Dim Sum available, with large establishments offering over 100 different varieties of food that change from day to day. The chef is given a great deal of leeway to create whatever he or she pleases, depending on seasonal availability and what he or she thinks is auspicious for that day.
Some classic examples of Dim Sum include har gow, small steamed dumplings with shrimp and water chestnuts. Consumers can also often find siu may, open faced pork dumplings with chives. Steamed buns filled with a variety of things, from barbecued pork to vegetables, are also extremely popular. Many restaurants also make sweet steamed buns, filled with things like red bean paste, sesame, or lotus root. More exotic offerings such as chicken feet or shrimp wrapped in bean curd skin can often be found as well. Dim Sum is a culinary adventure, and the small dishes are often inexpensive, which encourages people to try new things.(S.E. Smith - Wise Geek)
See also :
Hanamasa
Wine
Si Kecil yang Hangat
Ukurannya mungil, untuk sekali santap. Rasanya dominan gurih, enak, bentuknya pun cantik. Makanan ringan yang penyajiannya juga khas dalam wadah kukusan dari bambu ini, memang punya daya pikat tersendiri. Menurut sejarahnya, Dim Sum (dari bahasa Cantonese) alias si cemilan yang sudah dikenal sejak periode Jalur Sutera dan Dinasti Han (206 SM) ini, adalah menu sarapan khas di negeri asalnya. Tapi lama-kelamaan, cemilan yang makin popular ke seantero dunia ini makin akrab saja untuk disantap kapan pun. Asyiknya lagi, Dim Sum memiliki varian yang lumayan banyak, jadi buat yang hobi icip-icip, Dim Sum bakal memuaskan selera.
Di suasana hangat Tahun Baru Imlek, berburu Dim Sum bisa jadi ide bagus. Apalagi, buat yang ingin cari tempat asyik untuk ketemuan dengan teman-teman, resto dengan sajian Dim Sum ini bisa jadi alternatif. Kalau sederet menu Western rasanya sudah membosankan, sesekali boleh juga yang serba Eastern.
Golden Ming Chinese Restaurant, yang letaknya di lantai satu The Acacia, Jakarta, salah satu yang menyajikan masakan dengan cita rasa Cantonese dan Szechuan. “Golden Ming yang buka pukul 11.30 -14.30 untuk makan siang dan 18.30 – 22.30 untuk makan malam, menyediakan 32 item Dim Sum mulai dari Hacok, Hakau, Somay, Lo May Kay, sampai Lumpia,” ujar Sidik Kadarsyah, Public Relations Manager The Acacia, Jakarta.
Salah satu resto yang ada di hotel yang berada di kawasan Matraman, Jakarta, ini memang dikenal dengan Dim Sum-nya yang lezat. Bahkan, buat para mania Dim Sum, Golden Ming juga menyediakan tawaran menarik. Mulai Januari tahun ini, ada promo Lovely Monday, yakni para tamu bisa mencicipi dim sum sepuasnya dengan harga Rp 45 ribu++. Sedangkan All You Can Eat Dim Sum yang berlaku untuk Selasa sampai Jumat ditawarkan dengan harga Rp 48.070++ per orang, dan berlaku minimal 4 orang. “Khusus akhir pekan dan libur nasional, kami buka lebih awal, pukul 09.00-14.30,” kata Sidik. Ia tak lupa menambahkan, dim sum ala Golden Ming dibuat dari bahan-bahan yang halal, agar bisa dinikmati oleh semua kalangan. Rasakan renyahnya kulit Shrimp Lemon, lembutnya Bakpau, sampai Ceker Ayam yang tak terlalu pedas tapi punya cita rasa bumbu yang kuat.
Tapi, di sini jangan cuma puas dengan Dim Sum-nya yang fresh. Karena masih ada menu ala carte favorit Golden Ming, seperti Peking Duck, Ikan Malas (khusus didatangkan dari Kalimantan Selatan), Nasi Goreng Seafood, Sup Hisit (sirip hiu), dan banyak lagi. (MIRA LARASATI - Tempo Interaktif)
Lihat juga :
Sushi
Wine
Di suasana hangat Tahun Baru Imlek, berburu Dim Sum bisa jadi ide bagus. Apalagi, buat yang ingin cari tempat asyik untuk ketemuan dengan teman-teman, resto dengan sajian Dim Sum ini bisa jadi alternatif. Kalau sederet menu Western rasanya sudah membosankan, sesekali boleh juga yang serba Eastern.
Golden Ming Chinese Restaurant, yang letaknya di lantai satu The Acacia, Jakarta, salah satu yang menyajikan masakan dengan cita rasa Cantonese dan Szechuan. “Golden Ming yang buka pukul 11.30 -14.30 untuk makan siang dan 18.30 – 22.30 untuk makan malam, menyediakan 32 item Dim Sum mulai dari Hacok, Hakau, Somay, Lo May Kay, sampai Lumpia,” ujar Sidik Kadarsyah, Public Relations Manager The Acacia, Jakarta.
Salah satu resto yang ada di hotel yang berada di kawasan Matraman, Jakarta, ini memang dikenal dengan Dim Sum-nya yang lezat. Bahkan, buat para mania Dim Sum, Golden Ming juga menyediakan tawaran menarik. Mulai Januari tahun ini, ada promo Lovely Monday, yakni para tamu bisa mencicipi dim sum sepuasnya dengan harga Rp 45 ribu++. Sedangkan All You Can Eat Dim Sum yang berlaku untuk Selasa sampai Jumat ditawarkan dengan harga Rp 48.070++ per orang, dan berlaku minimal 4 orang. “Khusus akhir pekan dan libur nasional, kami buka lebih awal, pukul 09.00-14.30,” kata Sidik. Ia tak lupa menambahkan, dim sum ala Golden Ming dibuat dari bahan-bahan yang halal, agar bisa dinikmati oleh semua kalangan. Rasakan renyahnya kulit Shrimp Lemon, lembutnya Bakpau, sampai Ceker Ayam yang tak terlalu pedas tapi punya cita rasa bumbu yang kuat.
Tapi, di sini jangan cuma puas dengan Dim Sum-nya yang fresh. Karena masih ada menu ala carte favorit Golden Ming, seperti Peking Duck, Ikan Malas (khusus didatangkan dari Kalimantan Selatan), Nasi Goreng Seafood, Sup Hisit (sirip hiu), dan banyak lagi. (MIRA LARASATI - Tempo Interaktif)
Lihat juga :
Sushi
Wine
Selasa, 02 November 2010
Steak dari Meksiko
Bagusnya masakan Steak dan masakan Meksiko adalah bahwa kedua makanan itu adalah campuran dari berbagai macam bahan. Tentu saja hal pertama yang terlintas dalam pikiran mungkin fajitas. Anda dapat melakukan lebih baik dari itu sekalipun. Apakah Anda menginginkan sesuatu hanya dengan sedikit rasa Meksiko atau sesuatu yang sama sekali berbeda dari Steak Minggu biasa, Anda mulai di tempat yang sama, rendaman.
Jika Anda telah menjaga maka Anda tahu bahwa suatu cairan terbuat dari dua bagian, rasa dan medium. Rasa adalah sesuatu yang paling Anda suka. Media biasanya merupakan cairan asam untuk membawa rasa jauh ke dalam daging. Cairan ini biasanya cuka atau jus jeruk. Dalam Meksiko memasak air jeruk nipis menambahkan rasa besar dan membantu melunakkan daging. jus Kapur adalah bumbu tradisional untuk membuat fajitas dan banyak lainnya hidangan daging Meksiko.
Ketika datang ke rasa, Anda tidak harus membuatnya panas dan pedas. Menambahkan steak ketumbar segar memberikan Anda sebuah rasa Meksiko otentik tanpa menambahkan panas apapun. Tentu saja jika Anda suka panas kemudian menambahkan berbagai cabai, baik segar atau bubuk adalah kuncinya. Saya lebih suka cabe ringan pada steak saya, jadi saya pergi menuju anaheim tersebut. Ini cabe, panjang hijau segar terbaik. Panggang di atas api terbuka dan cincang halus. Semua cabai memiliki rasa lebih segar. Jika Anda ingin nada turun panas, buang bijinya dan cuci. Memanggang juga akan mengurangi panas sedikit. Jika Anda benar-benar ingin panas kemudian mencoba habanero atau Serrano, tetapi sangat berhati-hati.
Seperti kebanyakan tradisi memasak yang besar, daging dilayani hemat. Biasanya steak Meksiko akan dilayani diiris dengan hal-hal lain, seperti kacang-kacangan, beras, tortilla, dll cara yang tepat untuk mengiris steak lurus dari panggangan. Tempatkan di papan ukiran dan, dengan menggunakan pisau sangat tajam, irisan pada sudut 45 derajat terhadap butir daging. Hal ini membuat lebih mudah untuk mengunyah dan memperlihatkan rasa daging ke apapun yang Anda bisa tambahkan. (Derrick Riches - bbq about)
Lihat juga :
Soto
Wine
Jika Anda telah menjaga maka Anda tahu bahwa suatu cairan terbuat dari dua bagian, rasa dan medium. Rasa adalah sesuatu yang paling Anda suka. Media biasanya merupakan cairan asam untuk membawa rasa jauh ke dalam daging. Cairan ini biasanya cuka atau jus jeruk. Dalam Meksiko memasak air jeruk nipis menambahkan rasa besar dan membantu melunakkan daging. jus Kapur adalah bumbu tradisional untuk membuat fajitas dan banyak lainnya hidangan daging Meksiko.
Ketika datang ke rasa, Anda tidak harus membuatnya panas dan pedas. Menambahkan steak ketumbar segar memberikan Anda sebuah rasa Meksiko otentik tanpa menambahkan panas apapun. Tentu saja jika Anda suka panas kemudian menambahkan berbagai cabai, baik segar atau bubuk adalah kuncinya. Saya lebih suka cabe ringan pada steak saya, jadi saya pergi menuju anaheim tersebut. Ini cabe, panjang hijau segar terbaik. Panggang di atas api terbuka dan cincang halus. Semua cabai memiliki rasa lebih segar. Jika Anda ingin nada turun panas, buang bijinya dan cuci. Memanggang juga akan mengurangi panas sedikit. Jika Anda benar-benar ingin panas kemudian mencoba habanero atau Serrano, tetapi sangat berhati-hati.
Seperti kebanyakan tradisi memasak yang besar, daging dilayani hemat. Biasanya steak Meksiko akan dilayani diiris dengan hal-hal lain, seperti kacang-kacangan, beras, tortilla, dll cara yang tepat untuk mengiris steak lurus dari panggangan. Tempatkan di papan ukiran dan, dengan menggunakan pisau sangat tajam, irisan pada sudut 45 derajat terhadap butir daging. Hal ini membuat lebih mudah untuk mengunyah dan memperlihatkan rasa daging ke apapun yang Anda bisa tambahkan. (Derrick Riches - bbq about)
Lihat juga :
Soto
Wine
Minggu, 31 Oktober 2010
Resto Cina bergaya Chinoiserie
Kalau Anda penggemar Dim Sum, mampirlah akhir pekan ini di resto ini. Ada puluhan jenis dim sum disajikan hangat mengepul. Suasana yang hangat bakal membuat acara yum cha di akhir pekan jadi seru dan asyik. Apalagi harga yang ditawarkan benar benar fantastis. Cobain yuk!
Dim sum? Hmm... siapa yang sanggup menolak? Sajian yang berasal dari selatan Cina ini memang sangat populer di Jakarta dan kawasan Asia lainnya. Makanan serba mungil, asin dan manis, dibuat segar dan disajikan hangat mengepul. Disajikan di atas klakat bambu dan disantap sambil menyerutup teh oolong.
Itulah budaya yum cha yang biasa dilakukan orang Cina dari daerah Canton. Menikmati hangatnya dim sum, sambil ngobrol dan minum teh merupakan kegiatan rutin di pagi hari hingga menjelang siang. Kegiatan yum cha atau mencicipi teh ini memang sangat disukai oleh orang tua dan kini hampir segala usia menyukai dim sum.
Dim sum memiliki ratusan jenis. Mulai dari jenis yang dipanggang, digoreng hingga dikukus. Bahan pembuat dim sum juga sangat beragam, demikian pula dengan rasanya, dari asin gurih hingga manis legit. Jenis dim sum seperti siomai, hakau, bakpau, angsio kaki ayam hingga onde-onde sudah tergolong dim sum yang populer.
Jika akhir pekan ini Anda ingin mencicipi dim sum yang spesial dan unik dengan suasana yang berbeda, Table8 yang berlokasi di lantai dasar Hotel Mulia Senayan Jakarta bisa jadi pilihan. Di akhir pekan resto Cina terbaru yang bergaya Chinoiserie ini menawarkan pilihan dim sum yang berbeda.
Tersedia 28 jenis dim sum di hari Sabtu dan Minggu yang disajikan prasmanan dan bisa dipesan a la carte. Selain jenis dim sum populer, ada banyak dim sum lain yang unik. Seperti Xiao Lung Pao, dim sum berbentuk kantung berisi kuah dan daging kepiting, Xian Xia Chang Fun, lembaran adonan yang tipis dengan isian udang, atau Kuo Tie, pan-fried dumpling dengan isian daging ayam.
Kalau suka dim sum manis, jangan lupa memesan winter melon, pie pipih berbentuk bundar dengan isian lotus paste yang legit. Atau Cintoi, onde-onde yang kulitnya renyah dengan isian adonan lotus ini legit rasanya. Yang lembut renyah dan bikin lidah bergoyang, Tan tat alias Baked Egg Tart jangan dilewatkan. Demikian pula dengan bolu kukus lapis kaster, Steamed Layer Cake with custard, sangat lembut di lidah.
Khusus buat pencinta dim sum sejati,sebaiknya memesan Baked Pau, bakpau mungil berlapisan adonan renyah manis ini dipanggang dengan isian adonan ayam yang gurih. Atau Pau berisi adonan kuning telur asin yang lembut meleleh. Carrot cake yang populer di Singapura juga sayang dilewatkan. Di Table8, Pan-fried Radish Cake ini diaduk dengan sosis yang gurih. Dijamin membuat lidah tak bisa berhenti mengunyah!
Sambil menikmati beragam jenis dim sum yang semuanya serba segar dan panas mengepul, Anda bisa memesan beragam jenis teh Cina dari jenis green tea, oolong tea hingga kwa cha. Santapan dim sum sepuasnya ini bisa dinikmati di hari Sabtu dan Minggu, jam 08.00 – 14.30.
Khusus hari Sabtu Anda cukup membayar Rp. 138.000,00 ++ dan di hari Minggu Rp. 168.000,00++, termasuk chinese tea sampai jam 11.00. Jika akhir minggu ini ingin mencicipi dim sum dengan suasana dan cita rasa berbeda, segera saja hubungi 021-574-7777 ext.4108/4208 untuk informasi dan reservasi. (Odilia Winneke - detikFood)
Lihat juga : Wine, Hanamasa
Dim sum? Hmm... siapa yang sanggup menolak? Sajian yang berasal dari selatan Cina ini memang sangat populer di Jakarta dan kawasan Asia lainnya. Makanan serba mungil, asin dan manis, dibuat segar dan disajikan hangat mengepul. Disajikan di atas klakat bambu dan disantap sambil menyerutup teh oolong.
Itulah budaya yum cha yang biasa dilakukan orang Cina dari daerah Canton. Menikmati hangatnya dim sum, sambil ngobrol dan minum teh merupakan kegiatan rutin di pagi hari hingga menjelang siang. Kegiatan yum cha atau mencicipi teh ini memang sangat disukai oleh orang tua dan kini hampir segala usia menyukai dim sum.
Dim sum memiliki ratusan jenis. Mulai dari jenis yang dipanggang, digoreng hingga dikukus. Bahan pembuat dim sum juga sangat beragam, demikian pula dengan rasanya, dari asin gurih hingga manis legit. Jenis dim sum seperti siomai, hakau, bakpau, angsio kaki ayam hingga onde-onde sudah tergolong dim sum yang populer.
Jika akhir pekan ini Anda ingin mencicipi dim sum yang spesial dan unik dengan suasana yang berbeda, Table8 yang berlokasi di lantai dasar Hotel Mulia Senayan Jakarta bisa jadi pilihan. Di akhir pekan resto Cina terbaru yang bergaya Chinoiserie ini menawarkan pilihan dim sum yang berbeda.
Tersedia 28 jenis dim sum di hari Sabtu dan Minggu yang disajikan prasmanan dan bisa dipesan a la carte. Selain jenis dim sum populer, ada banyak dim sum lain yang unik. Seperti Xiao Lung Pao, dim sum berbentuk kantung berisi kuah dan daging kepiting, Xian Xia Chang Fun, lembaran adonan yang tipis dengan isian udang, atau Kuo Tie, pan-fried dumpling dengan isian daging ayam.
Kalau suka dim sum manis, jangan lupa memesan winter melon, pie pipih berbentuk bundar dengan isian lotus paste yang legit. Atau Cintoi, onde-onde yang kulitnya renyah dengan isian adonan lotus ini legit rasanya. Yang lembut renyah dan bikin lidah bergoyang, Tan tat alias Baked Egg Tart jangan dilewatkan. Demikian pula dengan bolu kukus lapis kaster, Steamed Layer Cake with custard, sangat lembut di lidah.
Khusus buat pencinta dim sum sejati,sebaiknya memesan Baked Pau, bakpau mungil berlapisan adonan renyah manis ini dipanggang dengan isian adonan ayam yang gurih. Atau Pau berisi adonan kuning telur asin yang lembut meleleh. Carrot cake yang populer di Singapura juga sayang dilewatkan. Di Table8, Pan-fried Radish Cake ini diaduk dengan sosis yang gurih. Dijamin membuat lidah tak bisa berhenti mengunyah!
Sambil menikmati beragam jenis dim sum yang semuanya serba segar dan panas mengepul, Anda bisa memesan beragam jenis teh Cina dari jenis green tea, oolong tea hingga kwa cha. Santapan dim sum sepuasnya ini bisa dinikmati di hari Sabtu dan Minggu, jam 08.00 – 14.30.
Khusus hari Sabtu Anda cukup membayar Rp. 138.000,00 ++ dan di hari Minggu Rp. 168.000,00++, termasuk chinese tea sampai jam 11.00. Jika akhir minggu ini ingin mencicipi dim sum dengan suasana dan cita rasa berbeda, segera saja hubungi 021-574-7777 ext.4108/4208 untuk informasi dan reservasi. (Odilia Winneke - detikFood)
Lihat juga : Wine, Hanamasa
Pinot Noir & Merlot si Anggur Merah
Carbenet Sauvignon
Jika Wine putih / hijau nya yang populer dengan Carbenet Chardonnay Sauvignon dapat dikatakan bintang jenis wine merah. Alasannya adalah karena sebagian jenis wine mudah tumbuh di daerah beriklim sedang hangat dan pemeliharanya 'rewel' tidak. Banyak hasil di Perancis (Bordeaux), Italia, Amerika Serikat (California), Chile, Australia dan Afrika Selatan. blackberry karakter buah yang kuat dan juga memiliki tingkat yang lebih tinggi tanin (rasa Sepat) tinggi dibandingkan dengan jenis lain anggur. Tidak jarang para penggemar menjuliki Carbenet Sauvignon anggur sebagai anggur yang keras kepala dan tangguh.
Pinot Noir
Di antara berbagai jenis anggur, Pinot Noir dapat dikatakan sebagai budidaya anggur yang paling sulit. Menariknya meskipun jenis yang sama Pinot Noir tetapi rasa dan karakter dari anggur yang dihasilkan bisa berbeda. Yohan Handoyo dalam bukunya menyebut anggur ini memiliki kepribadian ganda. Karakter Pinot Noir kadang-kadang saja menerbitkan stroberi saja, tetapi ketika diproses, lebih khusus blackcerry karakter, coklat (gelap), jamur (jamur) sampai cerutu juga akan kita dapatkan. Tapi justru karakter Pinot Noir yang tidak mudah ditebak membuat jenis anggur yang dijual di pasar. Karena pecinta wine akan bisa mendapatkan kejutan yang tak terbayangkan coba meskipun Pinot Noir. Ini anggur yang baik jesnis berasal dari Prancis (Burgundy dan Champagne), California (Oregon), Australia, Selandia Baru dan Chile. Bicara dalam hal warna, warna Pinot Noir memiliki lebih muda dari Carbenet Sauvignon, bahkan begitu puas tanin nya yang bisa dikatakan lebih lembut.
Shiraz
Banyak diproduksi di Australia, Afrika Selatan, Prancis (yang terkenal dari Lembah Rhone), USA (California) juga Chili. Di Perancis, Syrah Shiraz disebut dengan nama, jadi Shiraz dan Syrah adalah sama. Memiliki berbagai rasa dan satu adalah karakter cirri kkasnya lada hitam dan lada putih dia. Ada juga karakter coklat (gelap), violet, kopi, tembakau, cerutu, vanili sampai karakter daging binatang liar (game).
Merlot
Adalah jenis anggur yang menghasilkan anggur rasa lembut. Menurut para ahli, anggur, Merlot adalah sepasang anggur diproduksi oleh Carbenet Sauvignon (kuat). Pertumbuhan ini tidak jauh dari memproduksi Carbenet Sauvignon, yaitu di daerah Perancis, Italia, Chile, Argentina, Australia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat (California). Ini mengandung tanin yang lembut dan karakter buah seperti kismis hitam, blackberry, stroberi, plum hingga karakter tembakau, kopi dan cokelat lembut.
Sumber: seleramagazine
Jika Wine putih / hijau nya yang populer dengan Carbenet Chardonnay Sauvignon dapat dikatakan bintang jenis wine merah. Alasannya adalah karena sebagian jenis wine mudah tumbuh di daerah beriklim sedang hangat dan pemeliharanya 'rewel' tidak. Banyak hasil di Perancis (Bordeaux), Italia, Amerika Serikat (California), Chile, Australia dan Afrika Selatan. blackberry karakter buah yang kuat dan juga memiliki tingkat yang lebih tinggi tanin (rasa Sepat) tinggi dibandingkan dengan jenis lain anggur. Tidak jarang para penggemar menjuliki Carbenet Sauvignon anggur sebagai anggur yang keras kepala dan tangguh.
Pinot Noir
Di antara berbagai jenis anggur, Pinot Noir dapat dikatakan sebagai budidaya anggur yang paling sulit. Menariknya meskipun jenis yang sama Pinot Noir tetapi rasa dan karakter dari anggur yang dihasilkan bisa berbeda. Yohan Handoyo dalam bukunya menyebut anggur ini memiliki kepribadian ganda. Karakter Pinot Noir kadang-kadang saja menerbitkan stroberi saja, tetapi ketika diproses, lebih khusus blackcerry karakter, coklat (gelap), jamur (jamur) sampai cerutu juga akan kita dapatkan. Tapi justru karakter Pinot Noir yang tidak mudah ditebak membuat jenis anggur yang dijual di pasar. Karena pecinta wine akan bisa mendapatkan kejutan yang tak terbayangkan coba meskipun Pinot Noir. Ini anggur yang baik jesnis berasal dari Prancis (Burgundy dan Champagne), California (Oregon), Australia, Selandia Baru dan Chile. Bicara dalam hal warna, warna Pinot Noir memiliki lebih muda dari Carbenet Sauvignon, bahkan begitu puas tanin nya yang bisa dikatakan lebih lembut.
Shiraz
Banyak diproduksi di Australia, Afrika Selatan, Prancis (yang terkenal dari Lembah Rhone), USA (California) juga Chili. Di Perancis, Syrah Shiraz disebut dengan nama, jadi Shiraz dan Syrah adalah sama. Memiliki berbagai rasa dan satu adalah karakter cirri kkasnya lada hitam dan lada putih dia. Ada juga karakter coklat (gelap), violet, kopi, tembakau, cerutu, vanili sampai karakter daging binatang liar (game).
Merlot
Adalah jenis anggur yang menghasilkan anggur rasa lembut. Menurut para ahli, anggur, Merlot adalah sepasang anggur diproduksi oleh Carbenet Sauvignon (kuat). Pertumbuhan ini tidak jauh dari memproduksi Carbenet Sauvignon, yaitu di daerah Perancis, Italia, Chile, Argentina, Australia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat (California). Ini mengandung tanin yang lembut dan karakter buah seperti kismis hitam, blackberry, stroberi, plum hingga karakter tembakau, kopi dan cokelat lembut.
Sumber: seleramagazine
Simak
Baca secara fonetik
Langganan:
Postingan (Atom)