Tampilkan postingan dengan label steak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label steak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Desember 2010

Cara untuk Makan Sushi yang Benar

Sushi pada awalnya merupakan makanan cepat saji, dijual di kedai kereta di pinggir jalan dan dapat makan di mana saja," ujar penggemar sushi Warren Ransom, pendiri www.sushifaq.com. "Makan dengan sumpit dianggap oleh banyak koki sushi Jepang sebagai etiket buruk, dan hanya benar-benar dilakukan di dunia Barat." Aneh, karena kita seringkali melakukan hal ini. Berikut adalah cara yang tepat menurut Ransom:

* Cara Mengambilnya :

Ambil sepotong sushi menggunakan beras kemudian dengan hati-hati balikkan atau dibalikkan ke samping. Mengambil ikan dengan nasi akan menolong agar tangan Anda tidak berbau ikan.

* Celupkan
Celupkan ikan dalam kecap. Jangan ikut mencelupkan nasinya, hal ini akan menghilangkan rasa kedelai dan membuat nasi akan berantakan pada kecap.
Buka Mulut Anda Lebar-lebar

Tempatkan sushi di mulut Anda sehingga topping dari sushi(bagian ikan) mengenai lidah Anda terlebih dahulu. Rasa dari ikan tentu merupakan alasan Anda untuk makan sushi. Selain itu, Anda pasti tidak ingin menurunkan selera makan Anda dengan membuat nasi terlebih dahulu lunak di lidah Anda.

* Makan dalam Dua Gigitan
Makanlah sushi dalam dua gigitan. Tidak sopan untuk meletakkan kembali setengah potongan sushi kembali ke piring Anda.

* Dapatkan acar

Bersihkan lidah Anda dengan sepotong acar sebelum pindah ke menu sushi lainnya. Atau bir, jika Anda berkenan.

Sumber : menshealth.co.uk

Lihat juga:
Sate
Steak

Tenderloin Steak with Manggo Sauce

Maybe Tenderloin Steak usual so the menu mainstay at the restaurant, cafe or hotel. Usually tenderloin steak served with barbeque sauce, mushroom or black pepper. So how ya feel if Tenderloin Steak served with Mango Sauce or Mango Sauce?
Fresh sweet taste sensation that's like trying to Hotel Savoy Homann presented with a menu mainstay newest Pan Grill Steak Tenderloin with Mango Sauce.

"Now it anymore mango season, so we use materials that are widely available for dikreasikan in the menu," says Chef Yayan Suryana.

Mango Mango used is the type that tastes according to Arum Manis Yayan can go anywhere. "Mango Sweet taste of his Arum signed anywhere," he said.
To make the fresh Mango Sauce, Mango blend Yayan then add cream and milk and then heated while adding the butter. Adding butter called Yayan to make the sauce more shiny and seductive tongue.

Grill Pan Tenderloin Steak with Mango Sauce is served with Vegetable timbale, which consists of potatoes, carrots and broccoli that had been crushed and processed. Then arranged in a stack so the results are colorful.

"Usually it friend steak potatoes, this time replaced with Vegetable timbali of several vegetables," said Yayan who has experienced a chef for 32 years.

A serving of Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce consists of about 180 grams of meat has the options that have been processed with herbs and baked in grill. Not to forget, Rainbow Peppers and Chesee Stick participate beautify this menu.
Main courses costing Rp 50,000 this is perfect for your dinner menu. Good taste sensation Pan Grill Steak Tenderloin with Mango Sauce! (Tya / avi)

Source: Eka Yulianti Tya - detikBandung

See also:
Dim Sum

Selasa, 30 November 2010

Enaknya Steak di Banjarmasin

Steak, menyebut masakan satu ini pasti yang terbayang adalah lezatnya daging panggang. Nah, bagi Anda penyuka steak, Aroma Steak adalah pilihan tepat menikmati steak di Banjarmasin.

Aneka menu steak dengan rasa dan aroma yang khas, dapat Anda pesan di tempat makan berlokasi di Jalan Haryono MT Banjarmasin, Kalsel. Menempati lokasi ini sejak 1 November 2010, sebelumnya di Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi.

Di sini, tersedia sirloin steak, tenderloin steak, T-bone steak yakni tulang berbentuk 'T' yang dikelilingi daging di kedua sisinya, serta lamp chop (kambing) steak. Anda juga bisa memilih daging sapi lokal dari Surabaya atau impor dari New Zealand, namun kedua-duanya sama-sama berkualitas.

Apalagi begitu memasuki lokasi, Anda bakal langsung mencium lezatnya aroma steak. Dapurnya yang berkonsep terbuka, membuat Anda bisa menyaksikan langsung bagaimana steak pesanan Anda dimasak.

Cara memasak steak pun bisa dipilih, dengan chef yang khusus didatangkan dari Bali. Rare bagi yang menginginkan sebagian besar daging masih berwarna merah, atau medium bila suka bagian tengah masih berwarna merah dan sisinya berwarna merah muda. Namun bagi yang suka tidak memiliki warna merah, well done yang dipilih.

Memasaknya juga tidak menggunakan frypan (wajan), melainkan steak langsung digrill atau dibakar dengan arang, kemudian disiram dengan saus unggulan yang sebagian bahannya impor. Justru dengan cara ini, yang membuat aromanya begitu menggugah selera.

"Karena aromanya, itulah yang menginspirasi sehingga tempat makan ini diberi nama Aroma," beber owner Aroma Steak, Thomas Njo.

Menyantap steak, makin nikmat ditemani kentang goreng dan aneka sayur terdiri dari jagung pipilan, buncis, wortel, kembang kol, dan kacang kapri yang dimasak secara khusus dan menghasilkan rasa yang gurih. Namun bagi Anda yang kalau makan tidak lengkap tanpa nasi, juga tersedia nasi putih.

"Steak sudah menjadi makanan populer. Jika dulunya premium dan adanya di hotel, sekarang kita menyasar kelas menengah dan bawah, dan di Banjarmasin penikmatnya sangat antusias," ungkap Thomas.

Selain daging, pilihan steak juga tersedia lamb chop (kambing), sosis, ayam, hingga fillet ikan. Khusus fish steak, bahan bakunya ikan kakap, namun ke depan akan berbahan ikan dori yang didatangkan dari Vietnam. Variasi steak ini, membuatnya bisa dinikmati siapa saja.

Suasana tempat makan juga menyenangkan dan familiar laiknya di rumah sendiri. Di ruangannya yang luas, udara bebas keluar masuk sehingga menyegarkan di tengah cuaca siang hari yang panas.

Tetapi kalau Anda ingin bersantap cukup di rumah atau di kantor, Anda bisa menggunakan delivery service. Tinggal pesan ke nomor 081236474411 dengan Dyah, dan langsung diantar. Kualitasnya pun terjamin, selain masih fresh dan hot sampai ke tangan pemesan, juga tidak tercemar. Sebelum dikemas dalam wadah berbahan gabus, terlebih dahulu dibungkus dengan aluminium foil.

Tidak mengherankan, bila penikmatnya tak hanya orang lokal juga para turis mancanegara di antaranya dari negara tempat steak berasal. Uniknya, warga asal Belgia, Austria, Afrika Selatan hingga Australia yang sedang tugas atau berwisata ke Kalsel tersebut begitu menikmati steak racikan dari Aroma Steak.

Soal harga, juga tidak perlu khawatir karena steak dibanderol dengan harga tidak menguras kantong. Hanya dengan Rp 25 ribu, Anda sudah bisa menikmati sirloin steak lokal.

Tunggu apa lagi, segera saja menyambangi atau pesan menu favorit Anda ke Aroma Steak Jalan Haryono MT, Banjarmasin. (hay/*)

Sumber : Eka D-BANJARMASINPOST.CO.ID

Lihat juga:
Dim Sum

Minggu, 28 November 2010

Ayo Kita Buat Sate Jamur

Resep dan bahan-bahan untuk membuat Sate Jamur, diantaranya adalah :

Bahan:
500 gr jamur kancing/ jamur merang, potong 2
½ gelas air asam jawa
2 sdm kecap manis
2 lbr daun jeruk
¼ sdt garam
3 sdm minyak goreng
tusuk sate secukupnya

Bumbu halus:
1 ruas jari lengkuas
1 ruas jari jahe
50 gr kemiri
2 siung bawang putih
5 btr bawang merah
2 sdm gula merah

Cara membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, air asam, kecap manis, daun jeruk dan garam, aduk rata. Masak sampai harum dan matang.
2. Masukkan jamur, masak sampai jamur layu. Angkat.
3. Tusukkan 4-5 jamur pada tusuk sate, lalu bakar hingga kering. Angkat dan sajikan hangat.

Sumber : Rumah Jamur, Jl. Raya Lembang No. 155 Bandung Barat, (022-70870888) - Dahrani Putri-female.kompas.com

Lihat juga:
Steak
Hanamasa

Kamis, 25 November 2010

Sate Kiloan SMS enak

Sate Kiloan SMS mengambil citarasa Sate ala Tegal untuk menu resep Sate Kambing dan untuk menu resep Lainnya seperti resep Tongseng Kambing dan resep Tongseng Ayam menggunakan bumbu rempah ala resep masakan Solo.
“Rumah makan ini perpaduan antara masakan khas Tegal dan Solo”, tandas Lina. Dar¡ desain bangunannya Sate Kiloan SMS juga punya ciri khas. Ornamen gubuk dan pernak-pernik khas pedesaan dipadu-padankan hingga menjadi hiasan yang menarik. Menurut sejarah, warung sate kiloan dirintis oleh Ujang Nasir, warga Babakan, Madang, Bogor, Jawa Barat. Disebut sate kiloan, karena pembeli sate ¡tu tidak membeli berdasarkan jumiah tusukan satenya, melainkan berapa berat kilonya.

Walau namanya Sate Kambing, namun menu resep yang disajikan rumah makan ini terbuat dar¡ daging domba, bukan dar¡ daging kambing. ALasan Lina karena daging domba memiliki serat lebih halus dibandingkan daging kambing. Selain itu aroma daging domba juga lebih bersahabat ketimbang daging kambing yang Lebih prengus.

Jika ingin menikrnati Sate Kambing di sin¡, daging kambing akan ditimbang dulu sesuai pesanan. Untuk seperempat kilogram sate, berisi 12 tusuk, Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 38 ribu rupiah. Sedangkan untuk satu kilogram dipatok seharga Rp 152 ribu rupiah. Anda juga bisa membeli dalam ukuran porsi, ¡si 10 tusuk Rp 32 ribu. Jadi sangat fleksibel.

Dibandingkan olahan daging kambing, warna Sate-nya tidak cokiat kehitaman seperti Sate pada umumnya namun coklat kemerahan. Bumbu resep pelengkapnya ada potongan tomat, cabe rawit hijau, bawang merah, bawang goreng, dan sedikit siraman kecap manis. Bumbu resep pelengkap ¡ni sama dengan bumbu resep pelengkap yang digunakan pada resep Sate Tegal, yaitu Sambal Kecap berupa campuran resep bawang merah, tomat, cabe rawit, serta tak ketinggalan kecap manis.

Warna coklat kemerahan dihasilkan dar¡ olesan sedikit margarin dan kecap manis saat daging dibakar sehingga daging tak mudah hangus. Proses membakarannya menggunakan arang batok kelapa, sehingga nyala bara lebih lama dan debu bakaran tidak banyak. Dagingnya terasa begitu empuk karena domba yang digunakan oieh rumah makan ini adalah domba yang berusia antara 7-10 bulan. Bagian daging domba yang digunakan tidak ditentukan harus dar¡ bagian paha atau dada.

Yang unik adalah tambahan minyak samin yang dioleskan setelah proses pembakaran Sate. Tambahan minyak samin membuat rasa Sate gurih berbaur dengan gurihnya margarin. “Nita memang sengaja menggunakan minyak samin agar Sate lebih gurih,” ujar Lina.
Citarasa resep-nya memang benar-benar klop, ada sensasi manis dar¡ citarasa resep Sate Solo yang dengan sensasi gurih minyak samin. Sebagai penutup setequk Es Jeruk Manis sangat menyegarkan. Selain ¡tu ada pilihan Jus dan Softdrink. Aneka buah yang dijadikan Jus berupa belimbing, jeruk, mangga, alpukat, jambu, tomat, serte jus kombinasi dar¡ campuran beberapa buah. Kisaran harga makanannya mula¡ dar¡ Rp 16 ribu sampai dengan Rp 800 ribu untuk Kambing Guling, dan minuman segar dar¡ Rp 3 ribu sampai dengan Rp 10,5 ribu.
Penasaran bagaimana bedanya Sate Kambing di rumah makan ¡ni dengan tempat lainnya. Catat jam bukanya dar¡ puku1 9 pagi sampai 10 malam.***

Sumber : lintasberita.com

Lihat juga:
Dim Sum
Steak

Bistik Enak

Steak atau Bistik atau biefstuk merupakan salah satu hidangan kolonial yang kini masih dijadikan andalan banyak restoran. Sajian yang dipengaruhi kuliner Belanda ini memang dibuat dari lidah sapi. Lidah sapi dikupas dan direbus hingga benar-benar empuk.

Kalau ingin sedikit memanjakan diri dengan makanan istimewa siang ini, coba saja cicipi makanan gaya kolonial ini. Irisan lidah sapinya empuk gurih dengan siraman saus yang wangi. Ditambahkan kentang dan sayuran, jadilah makan siang yang lezat dan mantap!

Selanjutnya diberi bumbu bistik dengan saus Inggris, sedikit kecap manis, cengkih, pala dan merica. Karena itu rasanya sedikit manis dengan aroma rempah yang harum. Beberapa restoran menyajikan bistik lidah dengan brown sauce atau blackpepper sauce sehingga tampilan menjadi lebih modern.

Pelengkap bistik lidah adalah kentang goreng atau rebus, beberapa lembar daun selada dan setup sayuran. Karena itu seporsi bistik lidah bukan hanya akan membuat kenyang tetapi gizinya juga lengkap. Rasa gurih empuk lidah sapi akan mengelus lidah dengan balutan saus yang wangi. Hmm..benar-benar sedap!

Jika sudah siap menggoyang lidah dengan bistik lidah, segera saja pilih satu restoran di bawah ini.

RM Miranda (TanGoei)
Jl. Besuki, Menteng
Jakarta Pusat

Kusuma Sari Café & Catering
Jl. KH Ahmad Dahlan 12
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan

RM Bu Endang
Jl. Wijaya I No 28.
Jakarta Selatan

Rumah Makan Indo Belanda Ny.Han
Jalan Raya Serpong Km 7 No. 8 C
Serpong, Tangerang
Telpon: 021-5396808

Kafe Star
Jl. Arteri Kedoya Raya No.20
Jakarta Barat

Dapur Babah
Jl. Veteran I /17-19
Jakarta Pusat
Telepon: 021-7060 2256; 021- 385 5653 (dev/Odi)

Sumber : Odilia Winneke-detikFood

Lihat juga:
Dim Sum
Hanamasa

Senin, 22 November 2010

History of Steak

Steak as if synonymous with the land of Uncle Sam because it is one of the highest quality beef. No wonder the line of the type of beef imported from there as U.S. T-Bone Streak, U.S. Beef Ribs, Tenderloin U.S., U.S. Sirloin and so forth. Inipula types are available at Factory Steak restaurant owned by Kenneth Chen. It may be practically most people think of steak comes from the U.S..

In fact, it is said was originally not the case. Beef is not exactly popular as part of the diet choice in the U.S. before the Civil War. According to a site, its history is not even real beef from the U.S.. Precisely who introduced cattle to the new world of the Spaniards to Mexico in 1540.

Then, in the 18th century by the Spanish Colonial and French began to raise cows. As railways developed at the time, they use trains to transport cattle from San Antonio, Texas to New Orleans. But this industry then fell due to a terrible winter when the herd of cows gone up to 90 percent.
But along with the development of the age at the time, beef production increased again since 1871. Even after World War II, aka beef beef became a symbol of American prosperity.

This symbol eventually became famous all over the world while also providing inspiration to the interpreter-cook. Thus, aka steak steak menu also managed to become a kitchen mainstay. Resto-special steak restaurants also appear. In order to be different and gain profit, each restaurant also has a uniqueness of each with a different strategy. This, too, who carried out the Steak Factory, opened in the region that there is no special restaurant steak. In addition it is still not forgotten the taste of Indonesian cuisine in membubui beef imports. Through the concept of a low profile and local, Steak Factory is ready to spread to other cities in the future.

"Whose name is not only a shop building in Jakarta alone but in the region too, meaning Steak Factory can open in other areas also," that Chen hopes the expansion plan forward. Selling may be steak, but the Steak Factory still not forget the spice native to Indonesia!

Source: SH / sally approached - sinarharapan.co.id

See also:
Dim Sum
Wine

Minggu, 21 November 2010

Ayo makan Dim Sum di Oenpao

Sering aku lihat gerai Oenpao yang menyajikan masakan Dim Sum dan lainnya di beberapa lokasi di Jakarta ini namun belum sempat mencobanya. Sampai akhirnya aku ketahui tempat asal Kedai Oenpao ini pertama kali didirikan di pasar modern BSD (Bumi Serpong Damai).

Berhubung nama pasar modern BSD ini cukup ‘beken’ di kalangan teman-teman, maka kujejakkan kaki ke sana untuk menengok pasar ini. Setelah keliling, pilihan kuliner jatuh pada Kedai Oenpao ini.
Kedai yang paling rapi versi pasar yang pernah kulihat. Dari desain yang menarik tetapi tidak meninggalkan bangku dan meja panjang, ciri khas lokasi tempat makan yang mempunyai tempat terbatas.

Kami memesan siomay, hakau, ceker ayam, mie pangsit, mie ayam plus es teh tawar. Tidak ketinggalan cheese cake, tiramisu cake, ‘tape’ cake.
Sambil menunggu makanan kami cicipi kue-kue. Walaupun diberi mana dalam bahasa Inggris, rasa dan adonan tetap seperti kue-kue pasar Indonesia. Nilai 7 kuberikan untuk cemilan/jajan pasar ini.

Dim Sum-pun datang. Rasanya biasa saja tetapi masih boleh dikatakan memenuhi kriteria Dim Sum. Dari tiga macam Dim Sum yang kami pesan, hakau yang paling aku suka.

Sampailah pada menu utama, mie ayam dan mie pangsit. Sayang cara memasaknya tidak standar. Yang satu terlalu lorok (terlampai matang) sehingga rasanya seperti karet. Sedang yang satunya oke. Aku ambil contoh yang tidak gagal saja ya. Secara rasa biasa saja. Yang terasa unik adalah mie-nya halus, biasanya orang menamakannya seperti mie hongkong. Nilai 6 kuberikan.

Untuk harga semangkok bakmi berkisar sekitar Rp. 18.000,- dan Dim Sum Rp. 6.000,- per porsi. Tentunya bukan harga yang murah untuk sebuah jajan pasar. Mungkin jika kita masuk gerai-gerai lain yang sudah ber-AC dan lebih nyaman untuk santai, hal itu bisa dimasukan untuk harga sebuah kenyamanan.

Jika aku suruh mencoba lagi. Hmmm…..ada mie dan Dim Sum yang lebih enak untuk harga yang sama. Yang patut diajungkan jempol adalah setelah lima tahun sebuah kedai Dim Sum dan mie di sebuah pasar akhirnya bisa menjadi gerai yang nyaman di gedung-gedung dan digemari oleh orang banyak.

Sumber : Melani - wikimu.com

Lihat juga :
Sushi
Steak

Senin, 15 November 2010

Story about Keman, Soto Seller

Number of years married, his beloved wife did not agree Keman continue his profession. The reason, so the bus conductors often come home at night. In 1970, Keman choose selling Soto, while continuing his father's profession of selling soup in circumference. He often helped his father selling after dropping out of school. "I'm only up to grade 5 SR. The parents are not able to pay for school or buying clothes," recalled saying Keman, while his mother was a servant in the palace Solo.

Like his father, Keman also started with how to get around. From the rented house, he bear to Kampung Baluwarti angkring near Kraton of Solo. Every day, he departed at 07.00 and reached home at 10.00. "If the merchandise is still, I continue my wife assisted home sales. If in the morning, my wife is busy with school children."

Keman around until 1989. Finally Keman choose where selling at Jln. Veterans. "I no longer selling soup at noon. Experience teaches, trade buyers more night," continued Keman. Of course, not only because of factors soto night Keman interested buyers. He has a recipe telling. One of them, the smell of gravy soup was another.

KLIK - Detail What's the recipe? "I use a pot to cook it. It is so, must use firewood. Well, to be more steady, I still use beef. As a complement, I added bean sprouts, celery, and tomatoes," said Keman. This recipe was selling well.

"Now, every night I need 1.5 water pot. One pot containing approximately 2.5 bucket."

So his best-selling, business Keman far more successful than his father. He was able to save money and in 1990 he was able to buy land at a price of Rp 300 thousand per meter in Serengan. Several years later, she was able to build a house on land measuring 6 x 17 meters. "Very happy to have a house," continued Keman.

Keman imagine how hard it was when I was home the contract. "Back home should not be confused if his contract extended. I, right, must nyari another house. Anyway, it's quiet. More happy again, from the sale of soup, I can send my five children," explained Keman proud. (Nostalgia.tabloidnova.com)

See also:
Hanamasa
Steak

Minggu, 14 November 2010

Sushi Maki Enak

Maki mengacu pada setiap jenis Sushi yang dibuat di roll dengan nasi Sushi, panggang rumput laut nori, dan berbagai tambalan. The Kata maki berarti "roll", dan kebanyakan orang yang sudah makan Sushi telah dikonsumsi maki dalam beberapa bentuk atau lainnya. Beberapa bentuk maki, seperti uramaki, sangat kompleks, yang memerlukan perhatian koki terampil. Lain seperti temaki sangat mudah untuk membuat, dan sering dimakan di rumah dan di pertemuan sosial.


Maki Sushi datang dalam beberapa varietas, tergantung seberapa tebal gulungan dan bagaimana gulungan dibangun. Bentuk yang paling umum adalah gulungan hosomaki, atau tipis. gulungan tipis dibuat dengan membuat strip kecil beras Sushi dan bahan satu atau dua sepanjang satu sisi dari selembar nori dan kemudian menggulung itu erat untuk membentuk roll ramping. Hosomaki dipotong-potong kecil sebelum disajikan, dan biasanya disajikan di atas piring dengan beberapa jenis lain Sushi untuk kontras. Jenis hosomaki umum meliputi gulungan mentimun, gulungan wortel, dan roti tuna.

Tebal maki disebut futomaki, yang berarti Futomaki biasanya dibuat dengan bahan beberapa "roll gemuk.", Dan dapat setengah inci sebanyak satu dan satu (empat cm) di diameter. Futomaki sering dibuat vegetarian, dan umumnya termasuk bahan seperti kecambah, telur goreng, dan lobak lobak. Biasanya futomaki dipotong sebelum disajikan, meskipun juga disajikan dalam bentuk gulungan keseluruhan di beberapa festival tradisional.

Uramaki adalah roll ke luar, yang berarti bahwa beras Sushi ada di luar. Uramaki dibuat oleh layering sepotong nori dengan nasi Sushi dan kemudian membalik itu ke garis tepi bawah sisi lain dengan bahan. Kemudian maki itu yang digulung, dan biasanya dicelupkan ke dalam hiasan seperti benih ikan roe atau wijen. Uramaki sebenarnya lebih umum di luar Jepang, dan termasuk Sushi terkenal seperti California dan roti Philadelphia. (WiseGeek)

Lihat juga:
Burger King
Steak

Kamis, 11 November 2010

Steak Ayam Saus Jamur

Resep Steak Ayam dengan Saus Jamur
Bahan-bahan:
4 buah ayam fillet
1 butir telu
Susu sedikit
Tepung terigu sedikit
100 gram tepung panir
Garam secukupnya
Merica secukupnya
Baubuk Paparika secukupnya

Bahan Saus:
1 buah Bawang Bombay
2 Sdm minyak
250 ml kaldu
1 lembar Bay Leaf
300 gram jamur
1 Sdm Peterseli
200 gram Kaldu Sapi
80 gram Whipping cream
2 Sdm Butter
Jinten sedikit
Babuk cabai secukupnya
Garam secukupnya
Merica secukupnya

Cara membuat:
1. Taburkan garam, merica, dan bubuk paparika di atas fillet ayam.
2. Gulingkan fillet di atas tepung terigu lalu celup dalam campuran telur dan susu.
3. Terakhir gulingkan di atas tepung panir yang telah dicampur sedikit garam.
4. Goreng dalam minyak panas atau panggang dalam oven hingga matang.

Untuk membuat saus jamur:
1. Tumis bawang bombay cincang hingga berwarna keemasan.
2. Masukkan kaldu dan bay leaf lalu masak dengan api kecil hingga bawang bombay empuk.
3. Tumis irisan jamur dengans dikit minyak lalu masukkan peterseli cincang.
4. Tambahkan garam dan merica lalu setelah 20 menit, keluarkan bay leaf.
5. Masukkan kaldu sapi, butter, whipping cream, jinten, bubuk cabai, garam dan merica.

Disajikan oleh Chef Wiehan, Gourmet House, Semarang.

( Wisanggeni / CN13  - suara merdeka)

Lihat juga :
Sushi
Hanamasa

Why Japanese Can Easily Digest Sushi?

Porphyran, a polysaccharide present in the cell walls of a red algae that is used notably in the preparation of Sushi, is broken down specifically by an enzyme called porphyranase. This new enzymatic activity has been identified in marine bacteria and, surprisingly, in the bacteria that populate the gut of the Japanese. Scientists from CNRS and UPMC have explained this discovery by a transfer of genes between the bacteria, that allows the gut microbiota of the Japanese to acquire all the "machinery" it needs to consume the algae that surround sushi.

Without intestinal flora, humans cannot break down the polysaccharides in their diet, which are one of the principal sources of energy for the brain. Indeed, intestinal bacteria contain enzymes that are known to "break down" polysaccharides, which are polymers made up of carbohydrates. They are essential because the human genome is not endowed with such enzymes.

Two research teams working at the Station Biologique in Roscoff (CNRS / UPMC) have been working on porphyranase, an enzyme that breaks down polysaccharides but whose true activity was previously unsuspected. These teams have thus discovered that porphyranase breaks down a highly specific molecule: porphyran, and not another substrate, as had previously been thought. Porphyran is a polysaccharide, one of the components in the walls of a red-colored marine algae called Porphyra. These algae are used to prepare Japanese sushi. According to historical documents, this alga has been consumed for many generations by the Japanese. Of considerable cultural importance in Japan, it has sometimes served as a gift or to pay certain taxes.

The researchers then demonstrated the process of recognition between the enzyme (porphyranase) and its substrate (porphyran). They were thus able to identify the "signature" of the sequence involved in this recognition (the specific site on the enzyme to which the reagent binds). As expected, this novel enzymatic activity was detected in marine bacteria. Further investigations led the scientists to compare genomic data regarding the gut microbiota of 13 Japanese individuals and 18 North Americans. They thus discovered that porphyranase was also present in the gut microbiota of the Japanese (but not in that of the North Americans).

The scientists suppose that the presence of this enzyme in the gut microbiota of the Japanese is directly linked to their dietary habits. As major consumers of Porphyra for several centuries, the Japanese have thus been in contact with the marine bacteria that contain porphyranases via their diet. Mirjam Czjzek and her team presume that a transfer of genes from marine bacteria to intestinal bacteria must have allowed the microbiota of the Japanese to accept the "machinery" required to break down the polysaccharides in Porphyra algae. These findings suggest that food associated with marine bacteria may constitute a means for the human gut microbiota to acquire new enzymes, which may, among other factors, explain their diversity. (science daily)

See also :
Steak
Hanamasa

Rabu, 10 November 2010

What is Dim Sum Served?

In the United States, however, we are most familiar with the term Dim Sum to describe these small meals. Dim Sum, literally translated from the Cantonese, means "dot-hearts," small treats that touch the heart.

What Is Served
Most Dim Sum foods are savory pastries -- steamed or fried dumplings, filled buns, noodles. There are also sweet pastries, vegetables, meats. The portions are bite-sized, and they are served in small quantities, usually three or four to a plate, so that the diners can enjoy a variety of foods, whether they eat very little or indulge in a huge feast. Variety is one of the keys to Dim Sum. Some restaurants offer over 100 different items on a busy day.

How Dim Sum Is Served
The presentation of the Dim Sum meal has no equivalent in the West. Servers push carts, loaded with a variety of foods, through the dining room, past the customers, who keep an eye out for appealing dishes. Once a desired item is in sight, the diner flags down the cart and points out what she wants. The dining room bustles with the activity of carts wending among tables, calls for attention, and the clatter of plates. The idea is to choose things continually throughout the meal, rather than to gather all the food at once before eating. Sweet items are interspersed with the savories; Chinese custom does not include saving sweets for the end of the meal, although they are reserved for special occasions, such as the pauses between courses in a banquet or indulgences like Dim Sum. (cuisine.net)

Lihat juga :
Sour Sally
Steak

Selasa, 09 November 2010

How to make Sushi Inari?

One of the cheaper and more popular types of Sushi in the market nowadays is the Inari Sushi. It is made by stuffing Sushi rice, and even some vegetables into small pouches of deep fried bean curd or tofu, also more popularly known in its Japanese term as aburage. Instead of the usual Nori seaweed or soybean paper, aburage is used in this Sushi. Aburage can either be sold in packets or packaged in cans, and is widely distributed throughout most Japanese specialty stores or supermarkets. This type of Sushi is also called by some famous nicknames, like pocket-Sushi and brown-bag Sushi. But whatever the monikers may be, this type of Sushi is easy to make, less expensive, and tastes really good!

Following the simple procedures below can have you making your own Inari Sushi in no time.

Inari Sushi Rice Recipes

Ingredients:
4 deep fried tofu pieces, cut into half
2 cups prepared Sushi rice
3 tablespoons sugar
4 tablespoons soy sauce
3 tablespoons Mirin or sweet Japanese cooking Wine
1 and ¼ cup Dashi or fish stock
Salt
¼ cup shredded carrots (par-boiled)
1 teaspoon sesame seeds (toasted) optional
Pickled ginger (for garnish)

Steps :
1. Since the tofu is deep-fried, it is necessary to get rid of the excess oils. Do this by soaking them in boiling water. Cool for a while, and then cut them into half. This makes 8 tofu pouches in all.
2. Combine soy sauce, sugar, dashi and mirin in a small pan. Bring to a boil over slow to medium heat. Add the tofu pockets to the boiling sauce. Let it simmer for about 15-20 minutes, over slow heat, and completely covered. After 20 minutes, turn off heat, and drain the tofu. Squeeze them dry and set aside.
3. Combine Sushi rice, carrots, and the toasted sesame seeds.
4. Stuff the rice mixture into the cut tofu, carefully folding over the ends to secure it.
5. Arrange in a plate and garnish with the pickled ginger.

This recipe yields 8 servings of Inari Sushi

Some useful tips:

• Some canned tofu are seasoned and already cut into serving pouches. Therefore, you can do away with the simmering in soy-sauce and mirin mixture. However, boiling the tofu in the sauce is most ideal, as it will ensure more flavor.

• Mirin is a kind of Japanese cooking wine, sort of a sweeter version of the usual sake. The mixture in making this Wine usually consists of steamed mochigome rice, shochu (Japanese liquor), and komekoji (rice yeast). These are then fermented to make mirin. There are actually two types of mirin available in the market. Hon mirin contains 14 percent alcohol. Shin mirin has less than 1 percent alcohol, and is therefore more ideal for cooking. Shin Mirin is often bottled and has a yellow gold color. Mirin is also used to prepare seasoning for Sushi rice.

• Aburage is often confused with Atsuage. While both are soybean products, and are deep fried, aburage is of the thinner variety. Atsuage is also triangular in shape, thick, and ideal for simmered soups, added in stir fries, or served with soy sauce. Aburage is often shaped into squares and rectangles. This makes the aburage perfect when stuffed with Sushi rice and made into Inari Sushi.

• Dashi or fish stock is relatively easy to make. A cup of Katsuobushi or dried fish flakes can be combined with 2-3 cups of water, and then boiled over low heat. Then the fish flakes can be strained to retain the fish stock. (Greg Rush - Articlebase)

See also :
Wine
Steak

Wine dan Perasaan

Memang benar bahwa ada untuk mengetahui apa Wine untuk memilih untuk makan atau apa hidangan untuk setiap Wine, ini adalah awal dari pernikahan, tapi apa lagi yang ada untuk mengetahui sebelum Anda membuka botol?

Ini akan bertanya pertama jika Anda minum Wine adalah kebiasaan atau adat, "minum untuk menemani makanan atau mencerna?, Apakah Anda lakukan untuk kesehatan atau status?, Apakah pembuatan Anggur adalah ilmu atau seni?, Apakah Anggur sihir atau murni kesenangan?

The Wine, serta agama atau jenis kelamin, dapat diartikan dalam banyak cara. Anda dapat menelusuri lagi gairah, menemukan penjelasan ilmiah untuk kebajikan yang sehat, bingung untuk menjelaskan sihir atau mengembangkan akal sehat untuk menemukan satu untuk masing-masing tangan.

Banyak pengetahuan adalah mengetahui merek Wine dan daerah, praktek label Wine termasuk penyimpanan yang tepat atau suhu operasi optimal, mengumpulkan Wine atau membeli masa depan, dan berlangganan panduan yang memenuhi syarat. Ini adalah bentuk berguna mengetahui mana daerah dari Perancis benar-benar baik dalam panen 2000.

Tapi semua ini tampaknya masuk akal jika seseorang ingin tahu bagaimana menemukan harmoni, kesenangan atau kesejahteraan, bahan dasar dalam perkawinan jiwa dan indra.

Beberapa orang mulai merasa tertarik pada Wine atau wilayah, atau mereka yang menemukan Wine dan mereka ingin mencoba semua premi atau yang menemukan sebuah gudang dan preferensi adalah untuk menemukan semua rumah. Ada juga orang-orang yang hal yang berbeda di setiap Wine, tergantung pada menu atau kadang-kadang tamu ...

Saya menyarankan kita minum dengan damai, tanpa terburu-buru, kadang-kadang dimaksudkan, kadang-kadang tanpa berpikir, untuk minum tanpa menikah belum (meskipun kadang-kadang ada baiknya untuk menjadi kenyataan), untuk bersabar: Wine adalah yang terbaik saat ini selesai. Seiring waktu, pertanyaan dan jawaban formalitas sederhana.

Mereka belajar untuk merasakan Wine. (Winebookclub)

Lihat juga:
Steak

Senin, 08 November 2010

Ice cream di Plaza Semanggi

Gerai Ice cream Wall's Swirl's ini kayaknya udah mejeng (hayah mejeng! lol) di Plaza Semanggi sejak Plaza itu dibuka. Tapi seumur-umur saya belum pernah nyoba Ice creamnya itu.

Nah beberapa hari lalu, pas jalan-jalan di Plangi, setelah makan, bosan juga ngemil frozen yoghurt. Sekali-kali mencari pencuci mulut yang klasik, Ice cream, kayaknya enak. Syukur-syukur nanti reviewnya jadi editor's choice di OpenRice trus dapet voucher makan hehehe..

Aaaanyway. Ini kayaknya lini usaha sampingan Wall's-nya Unilever. Di gerai Ice cream ini ada dua rasa dasar: vanilla dan strawberry. Terus ada beragam pilihan yang nantinya bakal di-swirl dengan Ice cream dasar itu (Ice creamnya bisa dicampur juga). Mirip McFlurry di McD, tapi dengan pilihan isi (bukan topping ya, kan nggak ditaruh di atas Ice creamnya smile ) yang lebih banyaaaaak.

Kalau bingung milih sendiri, coba swirls yang udah dirancang sama Wall's aja, ada 4 macem. Saya pilih Funky Fruit, Ice cream strawberry + vanilla + kiwi + strawberry + cokelat putih. Ukuran yang paling kecil (Rp 20 ribu) ternyata lumayan banyak juga, jadi kalau yang medium dan besar sepertinya lebih cocok dimakan ramai-ramai. Dan rasanya ternyata mantap juga.... wenaaaak lol

Untuk yang milih sendiri itu harganya sedikit lebih mahal... sayang catetannya ilang, hiks. mad

Oh ya gerai ini juga nyediain Ice cream cone, sundae, dan milkshakes. Lain kali dicoba deh....

Sekitar 15 orang bisa muat di 3 set meja+kursi plus satu set sofa+meja. (Bungtje - id.openrice.com)


Lihat juga :
Sushi
Steak

Minggu, 07 November 2010

Sushi dengan harga bersahabat

ANDA mencari restoran Jepang dengan menu Sushi dan atmosfer berjiwa muda di daerah elite yang menyajikan hidangan lezat dan harga bersahabat? Tak lain dan tak bukan, Takarajima satu-satunya yang mesti Anda sambangi yang menyajikan makanan Sushi.

Satu lagi restoran Jepang yang bisa Anda jadikan pilihan saat bersantap Sushi bersama sahabat ataupun keluarga. Namanya Takarajima. Memang masih terdengar asing di telinga karena restoran ini baru beroperasi sejak 1 April 2010. Berlokasi di lantai 2 Plaza Adorama, Kemang, Jakarta Selatan, yang populer sebagai daerah elite dan tempat nongkrong anak gaul, Takarajima memang menyasar konsumen berusia muda.

Dari konsep desain ruangannya saja, Takarajima terkesan lebih ngepopdan dinamis, layaknya kafe-kafe kasual yang jauh dari kesan konservatif sama sekali. Didominasi nuansa cokelat dan hitam, restoran ini menggunakan bangku-bangku kayu, ornamen pohon sakura artifisial, lampion berbentuk segi empat serta hiasan dinding bergambar orang Jepang berkimono.

Anda dipastikan berasa nyaman dan betah saat berada di sini. ”Konsep kami memang membuat restoran yang cozy dan nyaman bagi para anak muda. Makanya, kami sediakan juga sofa-sofa panjang untuk bersantai. Jadi, ke sini bukan hanya makan Sushi, tetapi juga enjoy untuk gaul dan bersosialisasi,” kata Agnes Ekaristiany, pemilik Takarajima.

Apalagi, menurut Agnes,harga makanan yang ditawarkan di restorannya relatif terjangkau dan tidak ”mencekik” kantong mengingat pangsa pasar kaum muda sebagai target pengunjungnya. ”Harganya sudah pasti terjangkau. Meski lebih murah, kualitas masakan Sushi dan pelayanan kami tidak kalah dibanding restoran Jepang lain yang sudah punya nama,” ujarnya.

Agnes mengutarakan, segmen anak muda dipilih mengingat mereka terbukti lebih loyal dibandingkan orang dewasa. Apalagi dalam hal memilih tempat bersantai atau menikmati makanan favorit. ”Kalau mereka sudah suka satu tempat, mereka akan balik lagi. Dan, bahkan mengajak teman-temannya yang lain untuk ikut datang,” tutur Agnes.

Takarajima berarti pulau harta karun. Hal itu merujuk pada menu yang ditawarkan di sini yang tidak hanya Sushi, tetapi sangat variatif, mulai otoshi (appetizer), sashimi, noodle, alacarte, bento hingga menu set. Untuk Sushi tersedia jenis nigiri (hand-fromed sushi), maki (rolled sushi), dan gunkan (washiproll). Menurut Agnes, pihaknya berupaya menyajikan menu khusus yang berbeda dan tidak ada di tempat lain.

”Kami memang menggabungkan menu yang sudah ada di pasar dengan tambahan racikan bahan baku, bumbu, dan proses pemasakan khusus sehingga menjadi menu ciri khas Takarajima yang unik dan spesial,” sebutnya. Di jajaran otoshi atau makanan pembuka misalnya, tersedia edamame, salad salmon, atau shitake beef maki nan gurih yang bisa Anda pilih. (SINDO//tty - okefood)


Lihat juga :
Ice cream
Steak

Rabu, 03 November 2010

Steak and Shake, Favoritnya Mahasiswa

Waroeng Steak & Shake merupakan tempat makan favorit bagi para mahasiswa. Disini, para mahasiswa dapat berkumpul bersama teman, menikmati suasana yang dibuat unik dan menikmati steak dengan harga yang sangat terjangkau. Jadi di sini Anda dapat menikmati sajian steak dengan harga warung!

Itulah gambaran yang akan Anda lihat saat mengunjungi salah satu gerai Waroeng Steak & Shake yang berada di depan STIE Trisakti, Grogol, Jakarta Barat. Karena letaknya yang dekat dengan banyak kampus, maka sebagian besar pengunjung adalah kalangan mahasiswa. Tempat makan ini awalnya dibuka di Jl. Cendrawasih No. 30 Yogyakarta yang juga kota mahasiswa. Saat ini Waroeng Steak & Shake sudah memiliki banyak gerai, selain di Yogyakarta dan Jakarta ada juga gerai-gerai yang berada di luar kota seperti Surabaya, Semarang, Bandung, Malang dan Denpasar Bali. Dan umumnya gerai Waroeng Steak & Shake berada di sekitar lokasi kampus yang banyak mahasiswa.

Pada bagian depan tempat makan ini adalah tulisan "Waroeng Steak & Shake" dengan paduan warna kuning dan hitam. Anda dapat memilih duduk dibagian depan atau halaman untuk menikmati angin atau di bagian dalam. Ada banyak meja untuk ruangan dalam. Ada pula ruangan di bagian dalam yang terdapat ruangan ber-AC yang bebas asap rokok, tetapi tidak cukup besar, kira-kira hanya mampu menampung 50 orang. Pada dinding-dinding terdapat gambar dari minuman atau makanan yang dijual disini.

Sesuai dengan nama tempatnya, menu utama yang ditawarkan adalah steak. Ada 2 jenis steak yaitu steak original dan steak goreng tepung. Original steak adalah dagingnya tidak dilapisi tepung dan tidak digoreng. Sedangkan steak goreng tepung, lapisan dagingnya dilapisi bumbu baru kemudian digoreng. Anda dapat memilih daging steak yang hendak disantap. Jenisnya antara lain sirlion, tenderlio, chicken, dll. Harga dari original steak mulai dari Rp 13.500,- sampai Rp 30.000,-. Sedangkan harga steak goreng tepung lebih murah mulai dari Rp 9.500,- sampai Rp 15.000,-.

Untuk minuman, ada milk shake, softdrink, jus buah, air mineral. Untuk minuman harganya mulai dari Rp 500,- sampai Rp 8.000,-. Menu lainnya yang cukup diminati juga adalah french fries, kentang goreng lokal, spaghetti, mushroom, burger, nasi paprika. Menu ini sangat cocok bagi Anda yang tidak mau makan terlalu banyak dan berdiet di malam hari.

Rasa steak di Waroeng Steak dan Shake, walaupun rasanya standar tetapi steak nya masih cukup berkualitas dan sebanding dengan harga yang ditawarkan. Anda dapat mencobanya kapanpun Anda mau karena harga steak mahasiswa ini tidak akan memberatkan. Anda dapat menikmati steak dengan harga warung di sini. (kumpulan info)


Lihat juga :
Hanamasa
Burger King

Selasa, 02 November 2010

Steak dari Meksiko

Bagusnya masakan Steak dan masakan Meksiko adalah bahwa kedua makanan itu adalah campuran dari berbagai macam bahan. Tentu saja hal pertama yang terlintas dalam pikiran mungkin fajitas. Anda dapat melakukan lebih baik dari itu sekalipun. Apakah Anda menginginkan sesuatu hanya dengan sedikit rasa Meksiko atau sesuatu yang sama sekali berbeda dari Steak Minggu biasa, Anda mulai di tempat yang sama, rendaman.

Jika Anda telah menjaga maka Anda tahu bahwa suatu cairan terbuat dari dua bagian, rasa dan medium. Rasa adalah sesuatu yang paling Anda suka. Media biasanya merupakan cairan asam untuk membawa rasa jauh ke dalam daging. Cairan ini biasanya cuka atau jus jeruk. Dalam Meksiko memasak air jeruk nipis menambahkan rasa besar dan membantu melunakkan daging. jus Kapur adalah bumbu tradisional untuk membuat fajitas dan banyak lainnya hidangan daging Meksiko.

Ketika datang ke rasa, Anda tidak harus membuatnya panas dan pedas. Menambahkan steak ketumbar segar memberikan Anda sebuah rasa Meksiko otentik tanpa menambahkan panas apapun. Tentu saja jika Anda suka panas kemudian menambahkan berbagai cabai, baik segar atau bubuk adalah kuncinya. Saya lebih suka cabe ringan pada steak saya, jadi saya pergi menuju anaheim tersebut. Ini cabe, panjang hijau segar terbaik. Panggang di atas api terbuka dan cincang halus. Semua cabai memiliki rasa lebih segar. Jika Anda ingin nada turun panas, buang bijinya dan cuci. Memanggang juga akan mengurangi panas sedikit. Jika Anda benar-benar ingin panas kemudian mencoba habanero atau Serrano, tetapi sangat berhati-hati.

Seperti kebanyakan tradisi memasak yang besar, daging dilayani hemat. Biasanya steak Meksiko akan dilayani diiris dengan hal-hal lain, seperti kacang-kacangan, beras, tortilla, dll cara yang tepat untuk mengiris steak lurus dari panggangan. Tempatkan di papan ukiran dan, dengan menggunakan pisau sangat tajam, irisan pada sudut 45 derajat terhadap butir daging. Hal ini membuat lebih mudah untuk mengunyah dan memperlihatkan rasa daging ke apapun yang Anda bisa tambahkan. (Derrick Riches - bbq about)

Lihat juga :
Soto
Wine

Senin, 01 November 2010

Sandwich cokelat pie + Ice cream labu = yummy

Mencari sesuatu yang berbeda untuk menemani musim ini? Bagaimana kalau coba untuk membuat Sandwich Ice cream Labu. Makanan ini bisa dinikmati orang dewasa sampai anak-anak kecil. Makanan ini dibuat dengan 2 bahan utama, yaitu Whoopie Cokelat Pie yang diisi oleh Ice cream labu. Penampilannya menarik, tapi rasanya jauh lebih menarik lagi. Ice cream labu yang dipakai juga harus enak. Sandwich Ice cream Labu ini dapat dibuat dalam waktu yang singkat. Bungkus saja Ice cream labu sandwich tersebut kedalam kertas lilin, lalu menyimpannya dalam freezer sampai beku.

Sandwich Ice cream labu mulai dengan dua putaran, bundar coklat berbentuk Pies Whoopie yang lembut dan lembab dengan tekstur seperti kue yang sempurna untuk membuat sandwich Ice cream. Mereka sering digambarkan sebagai Iblisnya kue dalam bentuk cookie. Warna coklat gelap dan aromanya berasal dari coklat bubuk Belanda yang diproses dan penambahan mentega susu untuk membantu agar teksturnya menjadi basah. Bahan lain dalam kue ini adalah kopi, tapi kopi bisa diganti dengan menggunakan air.


Jika Anda tidak dapat menemukan cokelat Belanda, bisa diganti dengan bubuk cokelat itu adalah kakao untuk menetralisir asam dari kopi. Karena netral dan tidak bereaksi dengan baking soda, maka harus digunakan dalam resep menyerukan baking powder, kecuali ada bahan asam lainnya dalam jumlah yang cukup digunakan. Bubuk cokelat memiliki warna coklat kemerahan, rasa ringan, dan mudah larut dalam cairan. Rasanya yang lembut membuatnya bercampur pas dalam makanan yang dipanggang, misalnya saja seperti kue dimana bumbu halus yang melengkapi bahan lainnya. Droste, Lindt, Valrhona, Poulain dan Pernigotti adalah beberapa merek populer cokelat bubuk.




Lihat juga:
Sushi
Steak