Anda suka Sate? Pernah mencoba Sate Kelinci? Jika anda penasaran, berikut resep Sate Kelinci :
Bahan dan bumbu :
1. daging 1 ekor kelinci, potong kecil-kecil lalu ditusuk
2. 1 ons bawang putih
3. ½ kg kacang tanah
4. ¼ kg gula merah
5. 10 buah cabai merah
6. 10 buah cabai rawit
7. 10 lembar daun jeruk nipis
8. 5 siung bawang merah, rajang halus
9. air secukupnya
10. kecap secukupnya
Cara memasak :
1. Bawang putih, kacang tanah, cabai merah, cabai rawit digoreng sangan
2. Tumbuk bahan-bahan tersebut sampai halus
3. Masukkan gula merah dan daun jeruk nipis lalu tumbuk kembali sampai halus
4. Bagilah bumbu kacang tersebut menjadi dua bagian. Satu bagian sebagai bumbu untuk membakar dan sisanya untuk diguyurkan di atas sate.
5. Celupkan sate pada bumbu kacang lalu bakar sampai matang
6. Hidangkan di atas piring saji lalu guyurlah dengan sambal kacang
7. Taburi rajangan bawang merah agar rasa sate semakin nendang
8. Sajikan dengan nasi putih hangat atau lontong
(solopos - Budi Cahyono)
Lihat juga :
Hanamasa
Soto
Rabu, 03 November 2010
Selasa, 02 November 2010
Steak dari Meksiko
Bagusnya masakan Steak dan masakan Meksiko adalah bahwa kedua makanan itu adalah campuran dari berbagai macam bahan. Tentu saja hal pertama yang terlintas dalam pikiran mungkin fajitas. Anda dapat melakukan lebih baik dari itu sekalipun. Apakah Anda menginginkan sesuatu hanya dengan sedikit rasa Meksiko atau sesuatu yang sama sekali berbeda dari Steak Minggu biasa, Anda mulai di tempat yang sama, rendaman.
Jika Anda telah menjaga maka Anda tahu bahwa suatu cairan terbuat dari dua bagian, rasa dan medium. Rasa adalah sesuatu yang paling Anda suka. Media biasanya merupakan cairan asam untuk membawa rasa jauh ke dalam daging. Cairan ini biasanya cuka atau jus jeruk. Dalam Meksiko memasak air jeruk nipis menambahkan rasa besar dan membantu melunakkan daging. jus Kapur adalah bumbu tradisional untuk membuat fajitas dan banyak lainnya hidangan daging Meksiko.
Ketika datang ke rasa, Anda tidak harus membuatnya panas dan pedas. Menambahkan steak ketumbar segar memberikan Anda sebuah rasa Meksiko otentik tanpa menambahkan panas apapun. Tentu saja jika Anda suka panas kemudian menambahkan berbagai cabai, baik segar atau bubuk adalah kuncinya. Saya lebih suka cabe ringan pada steak saya, jadi saya pergi menuju anaheim tersebut. Ini cabe, panjang hijau segar terbaik. Panggang di atas api terbuka dan cincang halus. Semua cabai memiliki rasa lebih segar. Jika Anda ingin nada turun panas, buang bijinya dan cuci. Memanggang juga akan mengurangi panas sedikit. Jika Anda benar-benar ingin panas kemudian mencoba habanero atau Serrano, tetapi sangat berhati-hati.
Seperti kebanyakan tradisi memasak yang besar, daging dilayani hemat. Biasanya steak Meksiko akan dilayani diiris dengan hal-hal lain, seperti kacang-kacangan, beras, tortilla, dll cara yang tepat untuk mengiris steak lurus dari panggangan. Tempatkan di papan ukiran dan, dengan menggunakan pisau sangat tajam, irisan pada sudut 45 derajat terhadap butir daging. Hal ini membuat lebih mudah untuk mengunyah dan memperlihatkan rasa daging ke apapun yang Anda bisa tambahkan. (Derrick Riches - bbq about)
Lihat juga :
Soto
Wine
Jika Anda telah menjaga maka Anda tahu bahwa suatu cairan terbuat dari dua bagian, rasa dan medium. Rasa adalah sesuatu yang paling Anda suka. Media biasanya merupakan cairan asam untuk membawa rasa jauh ke dalam daging. Cairan ini biasanya cuka atau jus jeruk. Dalam Meksiko memasak air jeruk nipis menambahkan rasa besar dan membantu melunakkan daging. jus Kapur adalah bumbu tradisional untuk membuat fajitas dan banyak lainnya hidangan daging Meksiko.
Ketika datang ke rasa, Anda tidak harus membuatnya panas dan pedas. Menambahkan steak ketumbar segar memberikan Anda sebuah rasa Meksiko otentik tanpa menambahkan panas apapun. Tentu saja jika Anda suka panas kemudian menambahkan berbagai cabai, baik segar atau bubuk adalah kuncinya. Saya lebih suka cabe ringan pada steak saya, jadi saya pergi menuju anaheim tersebut. Ini cabe, panjang hijau segar terbaik. Panggang di atas api terbuka dan cincang halus. Semua cabai memiliki rasa lebih segar. Jika Anda ingin nada turun panas, buang bijinya dan cuci. Memanggang juga akan mengurangi panas sedikit. Jika Anda benar-benar ingin panas kemudian mencoba habanero atau Serrano, tetapi sangat berhati-hati.
Seperti kebanyakan tradisi memasak yang besar, daging dilayani hemat. Biasanya steak Meksiko akan dilayani diiris dengan hal-hal lain, seperti kacang-kacangan, beras, tortilla, dll cara yang tepat untuk mengiris steak lurus dari panggangan. Tempatkan di papan ukiran dan, dengan menggunakan pisau sangat tajam, irisan pada sudut 45 derajat terhadap butir daging. Hal ini membuat lebih mudah untuk mengunyah dan memperlihatkan rasa daging ke apapun yang Anda bisa tambahkan. (Derrick Riches - bbq about)
Lihat juga :
Soto
Wine
Ice cream at America
Ice cream arrived in America during the 1700's. George Washington himself brought pewter pot freezers to the United States -useful souvenirs of a trip to France. Thomas Jefferson, the great gourmet president had an icehouse that stored vast quantities of ice, as well as enough servants to laboriously turn and turn and turn the ice canisters used for the ice cream. He didn't have enough vanilla for the taste he preferred but ordered them later from France. With a local river supplying him with ice, he was able to have ice cream all year long.
It was two freed slaves working for Dolly Madison, whose culinary interests are well known,who continued the elite use of ice cream. Sallie Shadd, who ran a catering business, used strawberries from the garden to create a strawberry ice cream. But it was a chef in the White House, Augustus Jackson, who shaped the ice cream into elegant molds that were served on a silver tray. Ice cream was an elite dessert, available to the wealthy.
The industrial age made ice cream available everywhere to everyone. Making ice was a business of its own, one that provided ice for ice boxes, that primitive refrigerator. It was the air inject freezer, however which brought ice cream into the world of commerce. This freezer is able to inject as much as 60% air into the mixture of ice cream. Aptly, it was in Philadelphia where a woman, Nancy Johnson, who came up with a design for a 'machine' with a crank that produced a smooth, creamy ice cream. This was a hand cranked machine, however, and a tedious job for the lover of ice cream, but it did make it possible for the average person to enjoy this cool dessert.
Once established, there was no stopping the rage for ice cream. The eskimo Pie appeared in 1921 and the Good Humor followed rapidly in 1923. In that same year, ann ingenious gent named, Hood, invented a tub-shaped paper cup for serving ice cream. This revolutionary cup was first presented at the National Ice Cream Convention in Cleveland, Ohio. It ultimately found the name Dixie Cup and is still sold, now coated with wax and accompanied by a small plastic spoon. Thee was no rest for innovative ice cream makers and soon that lovely sherbet on a stick appeared, that which is called a Popsicle. This was followed by the invention of a machine that could make soft ice cream to be dispensed in a swirl right on the spot. This became Carvel.
With such enthusiasm and such ingenuity being applied to ice cream it was inevitable that the commercial enterprises would want to lure customers with the promise of variety. At a soda fountain in Boston, an entrepreneur named Howard Johnson promised "28 Flavors" to his customers and an empire was born. Not to be outdone, two gentlemen, one Mr. Basking, the other Mr. Robbins went beyond Johnson and promised 31 flavors.(inmamaskitchen)
See also :
Dim Sum
Sushi
It was two freed slaves working for Dolly Madison, whose culinary interests are well known,who continued the elite use of ice cream. Sallie Shadd, who ran a catering business, used strawberries from the garden to create a strawberry ice cream. But it was a chef in the White House, Augustus Jackson, who shaped the ice cream into elegant molds that were served on a silver tray. Ice cream was an elite dessert, available to the wealthy.
The industrial age made ice cream available everywhere to everyone. Making ice was a business of its own, one that provided ice for ice boxes, that primitive refrigerator. It was the air inject freezer, however which brought ice cream into the world of commerce. This freezer is able to inject as much as 60% air into the mixture of ice cream. Aptly, it was in Philadelphia where a woman, Nancy Johnson, who came up with a design for a 'machine' with a crank that produced a smooth, creamy ice cream. This was a hand cranked machine, however, and a tedious job for the lover of ice cream, but it did make it possible for the average person to enjoy this cool dessert.
Once established, there was no stopping the rage for ice cream. The eskimo Pie appeared in 1921 and the Good Humor followed rapidly in 1923. In that same year, ann ingenious gent named, Hood, invented a tub-shaped paper cup for serving ice cream. This revolutionary cup was first presented at the National Ice Cream Convention in Cleveland, Ohio. It ultimately found the name Dixie Cup and is still sold, now coated with wax and accompanied by a small plastic spoon. Thee was no rest for innovative ice cream makers and soon that lovely sherbet on a stick appeared, that which is called a Popsicle. This was followed by the invention of a machine that could make soft ice cream to be dispensed in a swirl right on the spot. This became Carvel.
With such enthusiasm and such ingenuity being applied to ice cream it was inevitable that the commercial enterprises would want to lure customers with the promise of variety. At a soda fountain in Boston, an entrepreneur named Howard Johnson promised "28 Flavors" to his customers and an empire was born. Not to be outdone, two gentlemen, one Mr. Basking, the other Mr. Robbins went beyond Johnson and promised 31 flavors.(inmamaskitchen)
See also :
Dim Sum
Sushi
Cara membuat Dim Sum
Bikin Dim Sum sendiri? Ternyata, tidak sulit! Bahan-bahannya mudah didapat dan variasinya ada ratusan, bisa disesuaikan dengan selera. Dari jenis dumpling, gorengan, panggang yang asin gurih hingga dim sum manis seperti Egg Custard Tarts, Sweet Lotus Seed Buns hingga Mango Almond Pudding. Semua detil pembuatannya diungkap tuntas di buku ini! Mau coba? Dim Sum?
Penganan berbentuk mungil ini memang berasal dari bagian Selatan Cina dan menjadi populer di HongKong yang kemudian menyebar ke hampir semua belahan dunia. Kini, Anda pun bisa sarapan dim sum di warung pinggir jalan atau rumah makan yang ada di berbagai kota besar. Teknologi pangan yang berkembang pesat memicu perkembangan dim sum menjadi makanan yang populer, kaya variasi dan rasanya enak. Meskipun untuk membuat dim sum yang bagus, orang harus mengikut pelatihan, bukan berarti dim sum tak bisa dibuat di dapur sendiri. Karena ada jenis-jenis dim sum yang mudah dibuat, maka Anda tak perlu menjadi seorang dim sum chef untuk bisa membuat dim sum yang enak. Dari buku ini pun Anda bisa belajar banyak soal dim sum termasuk trik-trik membuat bulatan, pao, lipatan hingga teknik menggoreng dan mengukusnya. Pada awal bab, mula-mula sang pengarang Vicki Liley yang telah banyak menulis buku tentang makanan Asia ini menjelaskan tentang tata cara penyajian dim sum.
Di negeri asalnya sendiri, Cina, sebenarnya makanan ini biasa dijual di kedai-kedai teh dan disajikan bersama teh pahit Cina. Hal tersebut bukannya tanpa maksud, teh tanpa gula ini sebenarnya berfungsi untuk melarutkan lemak yang terkandung dalam dim sum. Oleh sebab itu tak heran teh memiliki peran penting ketika menyantap dim sum, sehingga pengarang juga membahas tentang teh Cina ini beserta jenis-jenisnya. Kemudian pembahasan selanjutnya adalah tentang peralatan yang digunakan untuk membuat dim sum. Dari wajan besi yang digunakan untuk mengukus dan menggoreng dim sum secara deep-frying, bambu bulat untuk steam, jepitan atau chopstick, dan saringan untuk mengangkat makanan dari dalam minyak panas disebutkan secara jelas. Tak hanya itu, pengarang pun menambahkan tips-tips yang berguna saat mencuci peralatan yang telah digunakan tersebut. Sedangkan untuk proses deep frying dim sum, cara mengukus, membuat dumpling hingga membuat pao dapat Anda temukan pada bab selanjutnya, lengkap dengan foto-foto yang jelas dan cantik. Jika Anda kesulitan untuk memahami bahan-bahan untuk membuat dim sum, seperti chinese brokoli, jamur shitake, sesame oil dan spring roll wrapping, Anda tak perlu khawatir.
Di bab berjudul Essential Dim Sum Ingredients, pengarang akan menjelaskan ciri-ciri dan bahkan bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti. Jika Anda penasaran ingin membuat siau mai sendiri, dalam bab Steamed Dim Sum ada berbagai resep yang menarik. Mulai dari Siew Mai Dumplings, Snowpea Shoot Dumplings, dan Salmon Dumplings with Cream Cheese yaitu dumpling yang berisi salmon dan krim keju atau Steamed Shanghai Dumplings (Xiao Long Bao) yang hingga kini masih menjadi favorit dan dikenal dengan nama "Shanghai street dumplings". Khusus untuk kaum vegetarir, ada juga resep jenis dumpling, pao, dan spring rolls yang berisi sayur-sayuran yang layak Anda coba. Tak ketinggalan berbagai sajian pangsit dan lumpia renyah, dengan berbagai isian mulai dari kepiting, udang dan ayam dapat Anda temukan di halaman 64 dan dilanjutkan dengan ulasan dan resep-resep sajian dari nasi. Pada bab terakhir, pengarang menutup buku setebal 96 halaman ini dengan sajian "Dessert" yang tak kalah lezat dan populer.
Mulai Egg Custard Tarts yaitu kue pie dengan filling yang terbuat dari kuning telur lembut, Red Bean Paste Buns yaitu sejenis bakpao kecil yang berisi kacang merah nan lezat dan ditaburi sedikit wijen diatasnya, serta Manggo Almond Pudding yang sering kita jumpai di resto-resto. Buku yang dikemas dengan hardcover ini juga disertai foto-foto dim sum yang menawan. Nah, jika akhir pekan ini Anda ingin menikmati Yum Cha, menyantap dim sum buatan sendiri plus teh hangat, buku terbitan Tuttle Publishing ini layak dijadikan acuan!! Dim Sum Vicky Liley Tuttle Publishing Tersedia di toko buku Periplus http://www.periplus.co.id Harga : Rp 125.000,00. (dev / Odi-detikfood)
Lihat juga :
Sour Sally
Sate
Penganan berbentuk mungil ini memang berasal dari bagian Selatan Cina dan menjadi populer di HongKong yang kemudian menyebar ke hampir semua belahan dunia. Kini, Anda pun bisa sarapan dim sum di warung pinggir jalan atau rumah makan yang ada di berbagai kota besar. Teknologi pangan yang berkembang pesat memicu perkembangan dim sum menjadi makanan yang populer, kaya variasi dan rasanya enak. Meskipun untuk membuat dim sum yang bagus, orang harus mengikut pelatihan, bukan berarti dim sum tak bisa dibuat di dapur sendiri. Karena ada jenis-jenis dim sum yang mudah dibuat, maka Anda tak perlu menjadi seorang dim sum chef untuk bisa membuat dim sum yang enak. Dari buku ini pun Anda bisa belajar banyak soal dim sum termasuk trik-trik membuat bulatan, pao, lipatan hingga teknik menggoreng dan mengukusnya. Pada awal bab, mula-mula sang pengarang Vicki Liley yang telah banyak menulis buku tentang makanan Asia ini menjelaskan tentang tata cara penyajian dim sum.
Di negeri asalnya sendiri, Cina, sebenarnya makanan ini biasa dijual di kedai-kedai teh dan disajikan bersama teh pahit Cina. Hal tersebut bukannya tanpa maksud, teh tanpa gula ini sebenarnya berfungsi untuk melarutkan lemak yang terkandung dalam dim sum. Oleh sebab itu tak heran teh memiliki peran penting ketika menyantap dim sum, sehingga pengarang juga membahas tentang teh Cina ini beserta jenis-jenisnya. Kemudian pembahasan selanjutnya adalah tentang peralatan yang digunakan untuk membuat dim sum. Dari wajan besi yang digunakan untuk mengukus dan menggoreng dim sum secara deep-frying, bambu bulat untuk steam, jepitan atau chopstick, dan saringan untuk mengangkat makanan dari dalam minyak panas disebutkan secara jelas. Tak hanya itu, pengarang pun menambahkan tips-tips yang berguna saat mencuci peralatan yang telah digunakan tersebut. Sedangkan untuk proses deep frying dim sum, cara mengukus, membuat dumpling hingga membuat pao dapat Anda temukan pada bab selanjutnya, lengkap dengan foto-foto yang jelas dan cantik. Jika Anda kesulitan untuk memahami bahan-bahan untuk membuat dim sum, seperti chinese brokoli, jamur shitake, sesame oil dan spring roll wrapping, Anda tak perlu khawatir.
Di bab berjudul Essential Dim Sum Ingredients, pengarang akan menjelaskan ciri-ciri dan bahkan bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti. Jika Anda penasaran ingin membuat siau mai sendiri, dalam bab Steamed Dim Sum ada berbagai resep yang menarik. Mulai dari Siew Mai Dumplings, Snowpea Shoot Dumplings, dan Salmon Dumplings with Cream Cheese yaitu dumpling yang berisi salmon dan krim keju atau Steamed Shanghai Dumplings (Xiao Long Bao) yang hingga kini masih menjadi favorit dan dikenal dengan nama "Shanghai street dumplings". Khusus untuk kaum vegetarir, ada juga resep jenis dumpling, pao, dan spring rolls yang berisi sayur-sayuran yang layak Anda coba. Tak ketinggalan berbagai sajian pangsit dan lumpia renyah, dengan berbagai isian mulai dari kepiting, udang dan ayam dapat Anda temukan di halaman 64 dan dilanjutkan dengan ulasan dan resep-resep sajian dari nasi. Pada bab terakhir, pengarang menutup buku setebal 96 halaman ini dengan sajian "Dessert" yang tak kalah lezat dan populer.
Mulai Egg Custard Tarts yaitu kue pie dengan filling yang terbuat dari kuning telur lembut, Red Bean Paste Buns yaitu sejenis bakpao kecil yang berisi kacang merah nan lezat dan ditaburi sedikit wijen diatasnya, serta Manggo Almond Pudding yang sering kita jumpai di resto-resto. Buku yang dikemas dengan hardcover ini juga disertai foto-foto dim sum yang menawan. Nah, jika akhir pekan ini Anda ingin menikmati Yum Cha, menyantap dim sum buatan sendiri plus teh hangat, buku terbitan Tuttle Publishing ini layak dijadikan acuan!! Dim Sum Vicky Liley Tuttle Publishing Tersedia di toko buku Periplus http://www.periplus.co.id Harga : Rp 125.000,00. (dev / Odi-detikfood)
Lihat juga :
Sour Sally
Sate
Senin, 01 November 2010
Brown Butter Ice Cream
I'm a bit Ice cream crazy right now. Not that I really needed to point out something that's out there for the world to see, both here on the blog and on my twitter feed. I blame it all on summer, and on that David Lebovitz. It's his new book, The Perfect Scoop, that's got everything churning, eating and talking ice cream! If you haven't got it yet, I'd get one, immediately. His recipe for Malted Milk Ice Cream -which my friend The Amateur Gourmet Adam loved so much he composed a song about it on his blog- is what's on my dessert menu this weekend.
Ice cream is not, however, my only infatuation of the moment. I've also gone mad about brown butter. For this I blame Jeffrey Steigarten and his brown butter article in Vogue a month or two ago. (It doesn't appear to be online so I couldn't link to it, sorry.) In it, Jeffrey not only sang praises, no, composed odes, to brown butter. He also gave an ingenious cookie recipe from a friend in Thailand, which I'm going to try very soon.
The French name of brown butter, beurre noisette, came from the wonderful hazelnut aroma that develops after the butter has been melted and cooked until golden brown. It adds such an intense aroma and wonderful flavor to pretty much anything. Most of the flavor in brown butter comes from caramelized fat solids, the brown bits floating in the sea of golden butter. Though most refined French recipe calls for straining the brown butter before use, I find that if the brown butter is cooked correctly, that is to say it's not overly burnt, it's actually better to leave the brown solids in it. (Michael Ruhlman did a thorough piece on brown butter a while back, go there if you need more information on this.)
My brown butter ice cream recipe is a result of an experiment. Or perhaps it would be more accurate to call it a quest: one to see how much brown butter I can get away with adding into a pretty classic, basic ice cream base recipe. I want my brown butter ice cream to actually taste like brown butter, not just hinting at it. I also don't want any other flavoring that would interfere with the pure flavor of brown butter, so you won't find gratuitous vanilla or brown sugar or anything of the sort here. It's just ice cream base and brown butter. The amount I ended up with is the ratio of 1:3 butter to other dairy, that is to say, a @#$% load. (Yes, that is a technical term.)
How do I go about blending 8oz of liquid fat into an ice cream base? With a blender. Yes, your regular old blender. It does the work for you with no sweat at all. The result? Smooth, creamy ice cream that is unmistakably brown butter-y. So easy I can say it's almost fool-proof. Try it and you'll see how beautifully it works. This method has been working so well I'm now fantasizing about how to use all kinds of other liquid fat in my ice cream. That olive oil gelato, like the one I love so much at Otto, might just be next.
Brown Butter Ice Cream, Glace au Beurre Noisette
225g/8oz/1cup butter
350ml/12oz/1.5 cup milk
350ml/12oz/1.5 cup cream
110g/1/2 cup sugar
6 yolks
1teaspoon salt
First you make the beurre noisette. Cut butter into cubes and place in a medium pot over medium heat. As the butter cooks it will bubble up quite a bit so make sure you use a big enough pot to prevent a boil-over. Let the butter melt, shake the pan occasionally so there's no hot spots. As the big bubbles in the pot begin to subside, keep a watchful eye over it, as soon as brown specks appear and the liquid butter is golden brown, remove the pot from heat and pour the brown butter into another bowl immediately. Left in the hot pot, the butter will continue to cook and might turn too dark. Frankly this sounds more complicated than it really is. It's really not that hard. If your brown butter turn just a tad too brown, just strain it and don't use the brown bits. If it's perfectly brown, like the picture to the above right, you don't need to strain it, the brown bits are butter solids which add flavor to the brown butter and, eventually, your ice cream.
The you can make your ice cream base. (I do this mostly in a blender. Yes, you read it right, your regular old blender will do just fine.) Rinse out the pot you just made brown butter in and give it a quick wipe, divide the sugar evenly (or evenly-ish) between the pot and the glass bowl of your blender. Pour the milk into the pot over the sugar and place the pot over low heat. Stir to blend and leave the pot over the heat to warm up the milk. Turn your attention back to the blender, add the yolks, and give it a whirl (that's to say turn it on) for a few seconds to blend. Then, as the blender is running, slowly pour the warm brown butter into the yolk and sugar mixture and blend until the liquid butter is fully incorporated into the sugar/yolk mixture. When this is done, turn your attention back to the pot, the milk/sugar mixture should be close to a simmer by now. As soon as it does, turn the blender on again and pour the warm milk into it and process until well-incorporated. Add the salt, give it another whirl to mix.
At this point, if you're somewhat germ-phobic, or if you're not entirely confident of the quality of your eggs, you can pour the whole mixture back into the pot and bring everything to a simmer (or 160F/70C if you want to be all precise about it.) If you do this, make sure you do it over very low heat and keep stirring to prevent the ice cream base from curdling or being overcooked.
If you were me, you'd skip the previous paragraph entirely. What I do next is just pour the cold cream into the custard base in the blender, give it another whirl to mix. Then pour the ice cream base into a bowl, cover and place in the fridge until completely cold before churning, in your ice cream maker, according to the manufacturer's instructions.
Also, if you were me, you'd also sprinkle a big pinch of flaky fleur de sel into your ice cream machine when it's close to done. I love the surprising crunch when I come upon one of those flakes as I devour the ice cream.
The ice cream is great on its own, and amazing served à la mode with a slice of fruit tart or pie. (chezpim)
See also :
Burger King
Sour Sally
Ice cream is not, however, my only infatuation of the moment. I've also gone mad about brown butter. For this I blame Jeffrey Steigarten and his brown butter article in Vogue a month or two ago. (It doesn't appear to be online so I couldn't link to it, sorry.) In it, Jeffrey not only sang praises, no, composed odes, to brown butter. He also gave an ingenious cookie recipe from a friend in Thailand, which I'm going to try very soon.
The French name of brown butter, beurre noisette, came from the wonderful hazelnut aroma that develops after the butter has been melted and cooked until golden brown. It adds such an intense aroma and wonderful flavor to pretty much anything. Most of the flavor in brown butter comes from caramelized fat solids, the brown bits floating in the sea of golden butter. Though most refined French recipe calls for straining the brown butter before use, I find that if the brown butter is cooked correctly, that is to say it's not overly burnt, it's actually better to leave the brown solids in it. (Michael Ruhlman did a thorough piece on brown butter a while back, go there if you need more information on this.)
My brown butter ice cream recipe is a result of an experiment. Or perhaps it would be more accurate to call it a quest: one to see how much brown butter I can get away with adding into a pretty classic, basic ice cream base recipe. I want my brown butter ice cream to actually taste like brown butter, not just hinting at it. I also don't want any other flavoring that would interfere with the pure flavor of brown butter, so you won't find gratuitous vanilla or brown sugar or anything of the sort here. It's just ice cream base and brown butter. The amount I ended up with is the ratio of 1:3 butter to other dairy, that is to say, a @#$% load. (Yes, that is a technical term.)
How do I go about blending 8oz of liquid fat into an ice cream base? With a blender. Yes, your regular old blender. It does the work for you with no sweat at all. The result? Smooth, creamy ice cream that is unmistakably brown butter-y. So easy I can say it's almost fool-proof. Try it and you'll see how beautifully it works. This method has been working so well I'm now fantasizing about how to use all kinds of other liquid fat in my ice cream. That olive oil gelato, like the one I love so much at Otto, might just be next.
Brown Butter Ice Cream, Glace au Beurre Noisette
225g/8oz/1cup butter
350ml/12oz/1.5 cup milk
350ml/12oz/1.5 cup cream
110g/1/2 cup sugar
6 yolks
1teaspoon salt
First you make the beurre noisette. Cut butter into cubes and place in a medium pot over medium heat. As the butter cooks it will bubble up quite a bit so make sure you use a big enough pot to prevent a boil-over. Let the butter melt, shake the pan occasionally so there's no hot spots. As the big bubbles in the pot begin to subside, keep a watchful eye over it, as soon as brown specks appear and the liquid butter is golden brown, remove the pot from heat and pour the brown butter into another bowl immediately. Left in the hot pot, the butter will continue to cook and might turn too dark. Frankly this sounds more complicated than it really is. It's really not that hard. If your brown butter turn just a tad too brown, just strain it and don't use the brown bits. If it's perfectly brown, like the picture to the above right, you don't need to strain it, the brown bits are butter solids which add flavor to the brown butter and, eventually, your ice cream.
The you can make your ice cream base. (I do this mostly in a blender. Yes, you read it right, your regular old blender will do just fine.) Rinse out the pot you just made brown butter in and give it a quick wipe, divide the sugar evenly (or evenly-ish) between the pot and the glass bowl of your blender. Pour the milk into the pot over the sugar and place the pot over low heat. Stir to blend and leave the pot over the heat to warm up the milk. Turn your attention back to the blender, add the yolks, and give it a whirl (that's to say turn it on) for a few seconds to blend. Then, as the blender is running, slowly pour the warm brown butter into the yolk and sugar mixture and blend until the liquid butter is fully incorporated into the sugar/yolk mixture. When this is done, turn your attention back to the pot, the milk/sugar mixture should be close to a simmer by now. As soon as it does, turn the blender on again and pour the warm milk into it and process until well-incorporated. Add the salt, give it another whirl to mix.
At this point, if you're somewhat germ-phobic, or if you're not entirely confident of the quality of your eggs, you can pour the whole mixture back into the pot and bring everything to a simmer (or 160F/70C if you want to be all precise about it.) If you do this, make sure you do it over very low heat and keep stirring to prevent the ice cream base from curdling or being overcooked.
If you were me, you'd skip the previous paragraph entirely. What I do next is just pour the cold cream into the custard base in the blender, give it another whirl to mix. Then pour the ice cream base into a bowl, cover and place in the fridge until completely cold before churning, in your ice cream maker, according to the manufacturer's instructions.
Also, if you were me, you'd also sprinkle a big pinch of flaky fleur de sel into your ice cream machine when it's close to done. I love the surprising crunch when I come upon one of those flakes as I devour the ice cream.
The ice cream is great on its own, and amazing served à la mode with a slice of fruit tart or pie. (chezpim)
See also :
Burger King
Sour Sally
Sandwich cokelat pie + Ice cream labu = yummy
Mencari sesuatu yang berbeda untuk menemani musim ini? Bagaimana kalau coba untuk membuat Sandwich Ice cream Labu. Makanan ini bisa dinikmati orang dewasa sampai anak-anak kecil. Makanan ini dibuat dengan 2 bahan utama, yaitu Whoopie Cokelat Pie yang diisi oleh Ice cream labu. Penampilannya menarik, tapi rasanya jauh lebih menarik lagi. Ice cream labu yang dipakai juga harus enak. Sandwich Ice cream Labu ini dapat dibuat dalam waktu yang singkat. Bungkus saja Ice cream labu sandwich tersebut kedalam kertas lilin, lalu menyimpannya dalam freezer sampai beku.
Sandwich Ice cream labu mulai dengan dua putaran, bundar coklat berbentuk Pies Whoopie yang lembut dan lembab dengan tekstur seperti kue yang sempurna untuk membuat sandwich Ice cream. Mereka sering digambarkan sebagai Iblisnya kue dalam bentuk cookie. Warna coklat gelap dan aromanya berasal dari coklat bubuk Belanda yang diproses dan penambahan mentega susu untuk membantu agar teksturnya menjadi basah. Bahan lain dalam kue ini adalah kopi, tapi kopi bisa diganti dengan menggunakan air.
Jika Anda tidak dapat menemukan cokelat Belanda, bisa diganti dengan bubuk cokelat itu adalah kakao untuk menetralisir asam dari kopi. Karena netral dan tidak bereaksi dengan baking soda, maka harus digunakan dalam resep menyerukan baking powder, kecuali ada bahan asam lainnya dalam jumlah yang cukup digunakan. Bubuk cokelat memiliki warna coklat kemerahan, rasa ringan, dan mudah larut dalam cairan. Rasanya yang lembut membuatnya bercampur pas dalam makanan yang dipanggang, misalnya saja seperti kue dimana bumbu halus yang melengkapi bahan lainnya. Droste, Lindt, Valrhona, Poulain dan Pernigotti adalah beberapa merek populer cokelat bubuk.
Lihat juga:
Sushi
Steak
Sandwich Ice cream labu mulai dengan dua putaran, bundar coklat berbentuk Pies Whoopie yang lembut dan lembab dengan tekstur seperti kue yang sempurna untuk membuat sandwich Ice cream. Mereka sering digambarkan sebagai Iblisnya kue dalam bentuk cookie. Warna coklat gelap dan aromanya berasal dari coklat bubuk Belanda yang diproses dan penambahan mentega susu untuk membantu agar teksturnya menjadi basah. Bahan lain dalam kue ini adalah kopi, tapi kopi bisa diganti dengan menggunakan air.
Jika Anda tidak dapat menemukan cokelat Belanda, bisa diganti dengan bubuk cokelat itu adalah kakao untuk menetralisir asam dari kopi. Karena netral dan tidak bereaksi dengan baking soda, maka harus digunakan dalam resep menyerukan baking powder, kecuali ada bahan asam lainnya dalam jumlah yang cukup digunakan. Bubuk cokelat memiliki warna coklat kemerahan, rasa ringan, dan mudah larut dalam cairan. Rasanya yang lembut membuatnya bercampur pas dalam makanan yang dipanggang, misalnya saja seperti kue dimana bumbu halus yang melengkapi bahan lainnya. Droste, Lindt, Valrhona, Poulain dan Pernigotti adalah beberapa merek populer cokelat bubuk.
Lihat juga:
Sushi
Steak
Sate Bhaliboel
Sate domba spesial kini menjadi menu baru kesukaan pecinta Sate. Selain rasanya gurih dan manis, sate domba spesial juga diyakini berkhasiat. Seorang ibu rumah tangga, Yenny, memperagakan dan menceritakan seputar pembuatan sate domba spesial di Sate Bhaliboel Bumi Serpong Damai, Tangerang, baru-baru ini.
Menurut Yenny, sate domba spesial begitu diminati karena dagingnya sangat empuk. Sebab, domba yang dijadikan bahan untuk sate berusia lima bulan. Selain itu, sejak awal, domba tersebut diperlakukan secara istimewa. Artinya, dia tak boleh jalan-jalan seperti domba atau kambing lain. Tapi harus berada di kandang sampai disiapkan sebagai bahan sate. "Itu yang membuat daging sate domba spesial menjadi empuk," ujar Yenny.
Untuk mengolahnya tergantung selera. Maksudnya, bisa saja penikmat sate hanya membuat dari bahan daging. Namun, bisa juga dicampur dengan lemak. "Semuanya tergantung selera. Namun, banyak yang dicampur antara daging dan lemak karena lebih gurih rasanya," kata Yenny, menambahkan.
Sedangkan bumbu satenya sama dengan menu sate kebanyakan. Bisa kacang, bisa juga kecap yang dicampur dengan tomat, irisan cabai rawit, dan bawang merah. Namun, untuk sate domba spesial, akan jauh lebih sedap bila dicampur dengan susu kental manis. "Ini membuat rasa menjadi gurih karena susu menyerap ke daging sate," ungkap Yenny.(ULF) (yahoo)
Lihat juga : Sushi,
Menurut Yenny, sate domba spesial begitu diminati karena dagingnya sangat empuk. Sebab, domba yang dijadikan bahan untuk sate berusia lima bulan. Selain itu, sejak awal, domba tersebut diperlakukan secara istimewa. Artinya, dia tak boleh jalan-jalan seperti domba atau kambing lain. Tapi harus berada di kandang sampai disiapkan sebagai bahan sate. "Itu yang membuat daging sate domba spesial menjadi empuk," ujar Yenny.
Untuk mengolahnya tergantung selera. Maksudnya, bisa saja penikmat sate hanya membuat dari bahan daging. Namun, bisa juga dicampur dengan lemak. "Semuanya tergantung selera. Namun, banyak yang dicampur antara daging dan lemak karena lebih gurih rasanya," kata Yenny, menambahkan.
Sedangkan bumbu satenya sama dengan menu sate kebanyakan. Bisa kacang, bisa juga kecap yang dicampur dengan tomat, irisan cabai rawit, dan bawang merah. Namun, untuk sate domba spesial, akan jauh lebih sedap bila dicampur dengan susu kental manis. "Ini membuat rasa menjadi gurih karena susu menyerap ke daging sate," ungkap Yenny.(ULF) (yahoo)
Lihat juga : Sushi,
Langganan:
Postingan (Atom)